Tampilkan postingan dengan label Proposal Penelitian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Proposal Penelitian. Tampilkan semua postingan

Proposal Penelitian Dan Magang Aplikasi Dan Perencanaan Keuangan

Proposal Penelitian Dan Magang Aplikasi Dan Perencanaan Keuangan 
Program studi manajemen keuangan adalah salah satu spesialisasi keilmuan pada Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, yang berusaha untuk mengintegrasikan aspek ekonomi dan sosial khususnya yang terkonsentrasi pada manajemen keuangan. Suatu sistem perusahaan diharapkan mampu menjalankan pembukuan dari sebuah sistem keuangan yang berimplikasi pada meningkatkan produktivitas serta kinerja perusahaan tersebut. Kondisi keuangan sering dianggap satu-satunya barometer terbaik dalam melihat posisi bersaing dan daya tarik keseluruhan perusahaan bagi investor. Menetukan kekuatan dan kelemahan keuangan organisasi sangat penting agar dapat merumuskan strategi secara efektif. Likuiditas, solvabilitas, modal kerja, keuntungan pemanfaatan harta, arus kas, dan modal saham dapat mengurangi sejumlah hal yang dianggap feasible atau dapat dilaksanakan. Faktor-faktor keuangan sering mengubah strategi yang ada dan mengubah rencana implementasi.

Pendekatan melalui sistem manajemen keuangan ini dilakukan sebagai model, sehingga akan memudahkan untuk melaksanakan aspek-aspek pendukung dalam berbagai bidang pekerjaan yang berhubungan dengan sistem manajemen keuangan tersebut. Ilmu keuangan dalam setiap perguliran waktu sudah dinyatakan sebagai faktor utama pendukung dalam kegiatan suatu usaha atau bidang bisnis. Sedang manajemen keuangan merupakan pengaturan bagaimana suatu ilmu keuangan dapat dijalankan dengan terorganisir, terkontrol, terencana, dan terkendali. Aspek-aspek lain yang menjadi faktor pendukung dalam suatu kelayakan perusahaan diantaranya : Aspek Pasar dan Pemasaran, Aspek Teknik dan Teknologi, Aspek Manajemen, Aspek Sumber Daya Manusia, Aspek Lingkungan Hidup, Aspek Lingkungan Industri, Aspek Yuridis dan Aspek Sosial, Ekonomi dan Politik.

Ilmu-ilmu yang didapatkan dalam perkuliahan merupakan ilmu yang sifatnya teoritis. Sehingga kami merasa perlu untuk mengimplementasikan ilmu-ilmu tersebut dalam dunia nyata, yang dalam tahap sarjana muda adalah dengan melakukan kerja praktek.

Kerja praktek merupakan mata kuliah wajib yang diambil oleh setiap mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah khususnya konsentrasi manajemen keuangan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial untuk semester VII, di mana kerja prakek itu sendiri dapat dilakukan setelah masa perkuliahan semester VI, untuk melaksanakan mata perkuliahan tahap sarjana muda, kemudian SKSnya akan diambil untuk semester berikutnya.

Penekanan yang akan dilakukan pada kerja praktek ini adalah pada studi kasus atau pemecahan masalah. Perbedaan keduanya adalah dalam kemampuan isolasi masalah dan pengenalan konteks masalah.

Studi kasus mempelajari suatu keadaan (kasus tertentu yang terjadi dalam perusahaan) atau identifikasi persoalan yang kemudian dianalisis serta dikaitkan dengan teori yang diterima di perkuliahan atau literatur.

Sedangkan pemecahan masalah adalah menganalisis masalah-masalah yang terjadi dalam perusahaan dengan berusaha mencari pemecahan masalah yang dianalisis tersebut.

Tujuan.
Tujuan dari pelaksanaan kerja praktek itu sendiri adalah :
Untuk mahasiswa:
  • Sebagai pelaksanaan mata kuliah wajib kerja praktek
  • Dapat mengaplikasikan ilmu-ilmu teoritis yang selama ini didapat di perkuliahan.
  • Mendapatkan pengalaman nyata dari dunia kerja sekaligus memperluas wawasan mahasiswa tentang dunia kerja yang sesungguhnya.
  • Mengembangkan diri 
Untuk perusahaan :
  • Mendapatkan masukan-masukan dari peserta pekerja praktek dalam pemecahan masalah yang dihadapi oleh perusahaan tersebut sesusai dengan bidang keilmuan manajemen keuangan yang dimiliki mahasiswa.
  • Sebagai salah satu sarana pertimbangan bagi perusahaan dalam hal penilaian kualitas mahasiswa yang pada akhirnya berhubungan pada penerimaan tenaga kerja baru fresh graduate.
Bentuk Magang
Bentuk kerja praktek yang diusulkan adalah :
Studi kasus
Studi kasus adalah mempelajari suatu permasalahan didalam perusahaan tersebut, mengidentifikasi persoalan yang ada, dan kemudian melakukan analisis terhadap masalah tersebut dikaitkan dengan teori-teori yang diterima di dalam perkuliahan maupun di dalam literatur-literatur.

Pemecahan masalah
Pemecahan masalah adalah melakukan analisis permasalahan yang terdapat di dalam perusahan untuk kemudian mencari solusi terbaik atas masalah tersebut dengan menggunakan kemampuan-kemampuan yang kami dapatkan selama perkuliahan.

TOPIK
Materi-materi yang kami usulkan untuk dilakukan pada kerja praktek kali ini adalah materi-materi yang didapat dalam perkuliahan Manajemen Keuangan selama VI semester. Materi-materi yang kami anggap cocok sebagai bahan topik kerja praktek diantaranya :

1) Manajemen Kualitas
Analisis kualitas produk yang dihasilkan untuk kemudian diolah sebagai suatu standar kualitas dari keseluruhan produk.

Kualitas tersebut bisa juga berupa non-produk, misalnya adalah tingkat pelayanan, produktivitas tenaga kerja dan sebagainya, yang memiliki variabel-variabel yang neasurable.

2) Manajemen Investasi dan Instrumen Derivatif
Yang menyangkut materi ini dengan perusahaan yang dimaksud terletak pada tingkat keuntungan terhadap penerbitan saham atau investasi di BEJ. Biasanya setiap perusahaan yang telah go public memiliki kesempatan untuk menerbitkan saham baru untuk para stakeholders. Yang fungsinya untuk mendapatkan modal tanpa resiko atau dana segar dari para investor. Tetapi si penerbit juga memberikan laba atau deviden sebagai tanda terimakasih kepada investor karena telah menanamkan modalnya di perusahaan penerbit.

Setiap berinvestasi pasti memiliki resiko, dan resiko dapat diperkecil dengan Diversifikasi Portofolio dan portofolio yang Efisien adalah mendapatkantingkat keuntungan yang sama dengan resiko yang kecil atau tingkat keuntungan yang lebih tinggi dengan resiko yang sama.

Karena biasanya investor juga merupakan salah satu pendukung terlaksananya proses produksi.

3) Manajemen Operasi dan Produksi
Manajemen operasi dan produksi adalah serangkaian kegiatan yang membuat barang dari jasa melalui perubahan dari masukan menjasi keluaran kegiatan membuat barang dari jasa terjadi disemua sektor organisasi. Manajemen operasi dapat terus berkembang dengan bantuan disiplin ilmu lainnya, termasuk teknik industri dan ilmu manajemen.

Sumbangsih dari ilmu manajemen operasi dan produksi sebagai acuan bagi seorang manajer operasi untuk mengambil suatu keputusan terdiri dari beberapa karakter yang harus dikaji, diantaranya :
  • Mutu produksi yang tinggi (relatif terhadap persaingan)
  • Pemanfaatan kapasitas yang tinggi 
  • Efektivitas operasi yang tinggi 
  • Intensitas investasi yang rendah
  • Biaya langsung perunit yang rendah
Selain itu inti dari pelaksanaan manajemen operasi dan produksi, antara lain: 
  1. Melakukan perkiraan/forecsting terhadap permintaan konsumen dimasa mendatang
  2. Perencanaan jalur distribusi/informasi
  3. Perencanaan jalur sumber-sumber daya/material yang dibutuhkan dalam kegiatan produksi
  4. Penjadwalan pelaksanaan berbagai kegiatan produksi
4) Manajemen Strategik
Merupakan suatu ilmu tentang perumusan, pelaksanaan dan evaluasi. Keputusan-keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi atau perusahaan mencapai tujuannya. Suksesnya suatu perusahaan berawal dari perusahaan kecil hingga menjadi perusahaan besar yang go public adalah bagaimana perusahaan tersebut mampu menjalankan manajemen strategikny, karena tanpa itu perusahaan akan kehilangan arah untuk menuju keberhasilan. Manajemen strategik berfokus pada upaya memadukan Manajemen, Pemasaran, Keuangan, Produk/Operasi, Litbang dan Sistem Informasi Komputer.

Proses manajemen strategi dapat digambarkan sebagai pendekatan objektif, logis, dan sistematis. Untuk membuat keputusan-keputusan besar dalam sebuah perusahaan, banyak orang menganggap bahwa "Intuisi" sangat penting untuk membuat keputusan-keputusan strategi yang baik.

Misalnya saja Alfred Sloan menggambarkan Will Durant (Pemimpin GM co) sebagai seorang yang mengambil tindakan hanya dengan kecerdasan intuisinya.

Selama seorang pemimpin percaya dan mampu menganalisis suatu intuisi dengan tertib bisa membantu dalam pengambilan keputusan tanpa harus mengejar pengalaman.

Proses manajemen strategic ditujukan untuk membuat organisasi dapat menyesuaikan diri secara efektif terhadap perubahan jangka panjang. Diteruskan oleh Waterman," Dilingkungan bisnis saat ini, dibandingkan dengan era sebelumnya, satu-satunya hal yang tetap adalah perubahan. Organisasi organisasi atau perusahan-perusahaan yang berhasil adalah perusahaan yang secara efevktif mengelola perubahan, dan selalu menyesuaikan Birokrasi, strategis, sistem, produk dan budaya. Mereka supaya dapat bertahan dan berkembang melalui guncangan dan kekuatan-kekuatan yang menghasilkan persaingan

WAKTU
Waktu pelaksanaan kerja praktek, kami mohonkan sedapat mungkin sesuai dengan kalender akademik UIN Syarif Hidayatullah, yaitu: tanggal 1 Juli 2007 s/d 31 Agustus 2007.

METODOLOGI
Adapun langkah kerja praktek secara umum yaitu:

1. Persiapan
Meliputi pemahaman tujuan kerja praktek dan persiapan materi serta teori yang mendasarinya.

2. Studi pendahuluan
Meliputi studi dokumentasi perusahaan, identifikasi data yang diperlukan untuk mengidentifikasikan pelaksanaan kerja peraktek.

3. Pelaksanaan
Pelaksanaan kerja praktek direncanakan selama 2 bulan meliputi tahap :

a. Inisiasi
Tahap inisiasi merupakan tahap pengenalan umum kondisi perusahaan, termasuk orientasi masalah yang diusulkan oleh perusahaan.

b. Penentuan Topik Masalah Yang Dipelajari
Pada tahap ini kami sudah bisa melihat masalah-masalah yang ada dan kemudian menentukan topik permasalahan apa yang akan dikaji.

c. Pendefinisian Masalah
Pendefinisian masalah yang dikaji dalam pelaksanaan kerja praktek.

d. Perancangan dan Pengembangan Alternatif Solusi
Data dan informasi yang diperoleh pada tahap pelaksanaan penelitian digunakan untuk merancang dan mengembangkan alternatif solusi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi atau dianalisis serta dikaitkan dengan teori yang ada sebelumnya

e. Evaluasi
Pada tahap ini dilakukan studi kelayakan terhadap solusi yang ditawarkan sekaligus mempresentasikan hasil kerja praktek pada perusahaan.

Pengaruh Partisipasi Dan Kepuasan Pemakai Terhadap Kinerja Sistem Informasi

Pengaruh Partisipasi Dan Kepuasan Pemakai Terhadap Kinerja Sistem Informasi
Saat ini teknologi berkembang sangat cepat. Hal ini diikuti oleh perkembangan teknologi yang berbasis sistem informasi. Perkembangan dari sistem informasi membutuhkan berbagai faktor pendukung, seperti partisipasi dari pengguna. Partisipasi pengguna diharapkan mampu mendukung kesuksesan dari sistem informasi yang mencerminkan kepuasan dari para pengguna sistem informasi.

Hubungan antara partisipasi dan kepuasan para pengguna dipengaruhi oleh beberapa faktor kemungkinan. McKeen et.al. (1994) dalam penelitiannya menyimpulkan bahwa kompleksitas tugas dan kompleksitas sistem sebagai variabel-variabel yang moderat, sedangkan dampak dari pengguna dan komunikasi pengguna sebagai variabel yang independen dihubungkan dengan partisipasi dan kepuasan dari para pengguna.

Pengembangan sistem informasi merupakan sebuah keputusan yang sangat strategis. Selain menyangkut investasi yang cukup besar, terdapat banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan. Kompleksitas sistem bukanlah merupakan jaminan perbaikan kinerja, bahkan bisa jadi kontraproduktif bila dalam tahapan implementasi ternyata tidak didukung dengan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang dikuasai perusahaan. Guimares (2003) menyatakan bahwa sistem informasi harus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan pengguna.

Paparan singkat ini menunjukkan bahwa dalam pengembangan sistem informasi, organisasi perlu untuk secara proaktif melibatkan SDM-nya dengan keputusan strategis ini. Dengan kata lain diperlukan partisipasi aktif dari para pengguna (pegawai) agar nantinya sistem yang dikembangkan dapat berjalan secara efektif.

Beberapa hasil riset menemukan bahwa partisipasi aktif dalam pengembangan sistem mempunyai hubungan positif dengan keberhasilan sistem (Ives dan Olson 1984; Barki dan Hartwick 1994; Guimaraes et al. 2003). Namun demikian beberapa hasil riset lain justru memperoleh temuan yang berbeda. Partisipasi mempunyai hubungan yang negatif dan partisipasi mempunyai hubungan yang tidak signifikan dengan keberhasilan sistem ( Barki dan Hartwick 1989). Pertentangan hasil riset ini memberikan indikasi perlunya dilakukan pendekatan kontijensi dalam mencari hubungan antara partisipasi pengguna dan keberhasilan sistem dalam pengembangan sistem informasi.

Guimares et al. (2003) menyatakan bahwa keberhasilan sistem mempunyai tiga komponen (tolak ukur), yaitu kualitas sistem, manfaat sistem dan kepuasan pengguna. Pendapat ini menunjukkan bahwa keberhasilan dalam pengembangan sistem informasi terkait dengan pengguna ditentukan oleh sampai sejauh mana partisipasi yang ada dapat menyebabkan kepuasan pengguna. Dalam komunitas pengembang sistem, partisipasi merupakan faktor yang harus dipertimbangkan untuk menjamin kepuasan pengguna sehingga mampu menunjang keberhasilan sistem tersebut (Mckeen et al. 1992).

Pengguna mempunyai peran yang sangat sentral dalam pengembangan sistem informasi. Faktor partisipasi pengguna secara umum dari berbagai hasil riset memberikan kontribusi positif terhadap keberhasilan pengembangan sistem. Hasil penelitian yang dipaparkan baik oleh Mckeen et al. (1994), Doll dan Deng (2001), Guimares et al. (2003) serta Suryaningrum (2003) menemukan bahwa partisipasi pengguna merupakan variabel yang efektif yang menetukan kepuasan pengguna, keberhasilan sistem maupun kualitas sitem. Pengguna ketiga terminologi variabel ini (kepuasan pengguna, keberhasilan sistem dan kualitas sistem) seringkali rancu. Seringkali kepuasan pengguna dianggap sama dengan kualitas sistem, atau bila tidak kepuasan pengguna digunakan untuk mengukur kualitas sistem.

Terkait dengan partisipasi pengguna, Doll dan Deng (2001) memberikan gambaran bahwa partisipasi merupakan variabel yang sangat kompleks. Secara psikologis, partisipasi diharapkan mampu mencapai tiga aspek penting, yaitu aspek kognitif (pengetahuan, pemahaman dan kreatifitas), aspek motivasional (peningkatan kepercayaan dan sensitivitas terhadap kontrol) serta aspek pencapaian nilai (ekspresi diri, kebebasan, pengaruh, dsb). Pencapaian ketiga aspek ini diharapkan (masing-masing secara berurutan) dapat menyebabkan kemanfaatan dan desain yang lebih baik, penolakan yang lebih rendah, penerimaan yang lebih tinggi, serta dapat meningkatkan moral dan kepuasan pengguna.

Tingkat partisipasi dan kepuasan pemakai akan mempengaruhi kesuksesan sistem, dimana partisipasi pemakai dapat meningkatkan kinerja sistem informasi. Sebagaimana telah diuraikan di atas, diketahui bahwa partisipasi mempunyai hubungan yang positif dengan kepuasan pemakai, namun pada besaran yang berbeda-beda dan fluktuatif. Demikian pula temuan tentang variabel dukungan manajemen puncak, komunikasi pemakai-pengembang, kompleksitas tugas, kompleksitas sistem dan pengaruh pemakai sebagai variabel moderating masih kontradiksi.

Perumusan Masalah
Dari latar belakang masalah di atas, maka dalam penelitian ini penulis merumuskan pokok permasalahannya, yaitu :
  1. Apakah partisipasi pemakai mempengaruhi kinerja sistem informasi?
  2. Apakah kepuasan pemakai mempengaruhi kinerja sistem informasi?
  3. Bagaimanakah pengaruh interaksi partisipasi pemakai dan kepuasan pemakai terhadap kinerja sistem informasi?
Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai :
  1. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh partisipasi pemakai terhadap kinerja sistem informasi.
  2. Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kepuasan pemakai terhadap inerja sistem informasi.
  3. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh interaksi partisipasi pemakai dan kepuasan pemakai terhadap kinerja sistem informasi.
Manfaat Penelitian
Penelitian yang telah dilakukan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan, antara lain yaitu :
  1. Karyawan staf departemen sistem informasi untuk memberikan pelayanan yang baik dalam memenuhi kebutuhan para pengguna jasanya, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kepuasan pemakai, yang nantinya akan berpengaruh pada kinerja sistem informasi.
  2. Manajer sistem informasi, diharapkan dapat sebagai input bagi pengambil keputusan (decision maker) untuk menelaah lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang dapat memoderasi pengaruh partisipasi pemakai dalam pengembangan sistem informasi, sehingga dapat mengarah pada kesuksesan pengembangan sistem informasi.
  3. Bagi peneliti, diharapkan dapat menjadi pedoman atau referensi untuk penelitian dalam bidang sistem informasi di masa mendatang.
  4. Bagi peneliti lain, diharapkan dapat menjadi salah satu sumber pustaka untuk kegiatan penelitian yang sejenis.

Rancang Bangun Sistem Informasi Persediaan Barang Latar

Rancang Bangun Sistem Informasi Persediaan Barang
PT. Asmoro Jati Subur merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang Eksport Impor Penjualan Furniture. Karena  banyaknya  barang  yang  perlu  ditangani,  maka  diperlukan  suatu  alat bantu,  sehingga  semua  masalah  yang  berhubungan  dengan  barang  khususnya tentang  persediaan  barang  atau  yang  sering  disebut  dengan  inventori  akan  dapat teratasi dengan baik.
 
Mengingat  pentingnya  masalah  inventori,  perlu  diadakan  suatu  sistem  informasi berbasis  komputer  yang  harusnya  sistematis,  terarah  dan  lengkap  yang  tentunya dipakai untuk membantu dalam pembuatan laporan dan juga sangat membantu dalam memperoleh informasi tentang data persediaan barang.

Sistem pengolahan data inventori yang ada pada PT. Asmoro Jati Subur sampai  saat ini masih  ditangani  secara  manual,  sehingga  sering  menimbulkan  lambatnya  informasi tentang  barang-barang  yang  masih  tersedia  dan  juga  memperlambat  dalam pembuatan  laporan.

Dengan berdasar pada kekurangan yang ada, maka dengan  dibuatnya Sistem Informasi Inventori ini diharapkan dapat membantu kinerja dalam mencapai tujuan perusahaan. Dalam implementasinya, program yang dibuat lebih akurat, efisien dan tepat guna untuk mengambil suatu keputusan dalam mewujudkan tujuan dari perusahaan. Laporan dari Informasi Inventori ini adalah data persediaan barang yang lengkap dan stok barang yang ada.

Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas, maka dapat dirumuskan permasalahan yang ada adalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana membuat Sistem Informasi Pengelolaan Barang (keluar masuknya barang) PT. ASMORO JATI SUBUR
2.      Bagaimana membuat laporan Sistem Informasi Pengelolaan Barang           PT. ASMORO JATI SUBUR 

Pembatasan Masalah
Batasan masalah pada Sistem Informasi Persediaan Barang pada PT. Asmoro Jati Subur adalah sebagai berikut :
1.         Sistem yang dibahas meliputi proses pengelolaan barang yaitu barang masuk dan barang keluar.
2.         Data barang merupakan data yang valid yang akan diinputkan. 
3.         Sistem hanya digunakan oleh bagian gudang.
4.        Sistem yang akan dibuat tidak menangani masalah tentang biaya.

Tujuan
Tujuan pada Sistem Informasi Persediaan Barang pada PT. Asmoro Jati Subur adalah sebagai berikut :
1.         Merancang Sistem Informasi Pengelolaan Barang Pada PT. Asmoro Jati Subur agar memudahkan bagian gudang dan karyawan mengetahui keluar masuknya barang.
2.         Membuat laporan dari informasi yang telah dihasilkan oleh Sistem Informasi Pengelolaan Barang Pada PT. Asmoro Jati Subur.

Manfaat
Manfaat yang diharapkan dalam Sistem Informasi Persediaan Barang pada PT. Asmoro Jati Subur adalah sebagai berikut :
1.         Karyawan
Untuk memudahkan karyawan dalam menganalisa sebuah pencatatan hasil persediaan dan pengelolaan barang yang dibuat.
2.         Kepala Gudang
Memudahkan informasi suatu proses persediaan dan pengelolaan barang agar dapat berjalan dengan baik dan dapat memudahkan dalam pengambilan keputusan.
3.         Manajer
Dapat mengetahui laporan persediaan dan pengelolaan barang.

Landasan Teori
1.         Sistem Informasi
Sistem informasi berasal dari dua kata yang saling berhubungan yaitu antara sistem dan informasi. Sistem adalah suatu kerangka kerja yang sangat terpadu serta mempunyai satu sasaran atau lebih. Informasi berbeda dengan data, data adalah keadaan yang ada dan belum diproses belum lanjut, sedangkan informasi adalah data-data yang telah diproses dan dibentuk sebagaimana mungkin agar lebih bernilai bagi penggunanya. Maka sistem informasi adalah suatu kerangka kerja dimana sumber daya manusia dan teknologi dikoordinasikan untuk mengubah input (data) menjadi output (informasi) guna mencapai sasaran perusahaan. (Joseph. W. Wilkinson, 1993).
2.         Analisa Sistem
            Analisa sistem adalah sebuah teknik pemecahan masalah yang memecahkan sebuah sistem menjadi komponen-komponen untuk bertujuan pembelajaran bagaimana komponen-komponen tersebut bekerja dan berinterkasi untuk mencapai tujuannya. (Jeffrey L Whitten,2007).
            Analisis/analisa sistem adalah suatu proses mengumpulkan dan menginterpretasikan kenyataan-kenyataan yang ada, mendiagnosa persoalan dan menggunakannya untuk memperbaiki sistem.(Andi Kristanto,2003).
            Analisis sistem adalah suatu proses yang membantu pemakai informasi dalam mengidentifikasikan informasi yang diperlukan oleh pemakai dalam melaksanakan pekerjaannya.(Andi Kristanto,2003).
            Analisis sistem adalah suatu formulasi dan evaluasi solusi-solusi dari masalah sistem, penekanan dalam analisis sistem adalah pada tujuan keseluruhan sistem.(Bodnar dan Hopwood ,2001).
3.      Desain Sistem
     Setelah tahap analisis sistem selesai dilakukan, maka analis sistem telah mendapatkan gambaran yang jelas apa yang harus dikerjakan. Kemudian memikirkan bagaimana membentuk sistem tersebut. Desain sistem dapat diartikan sebagai berikut :
a.       Tahap setelah analisis dari siklus pengembangan sistem.
b.      Pendefinisian dari kebutuhan – kebutuhan fungsional.
c.       Persiapan untuk rancang bangun implementasi.
d.      Menggambarkan bagaimana suatu sistem dibentuk.
e.       Berupa gambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.
f.       Menyangkut konfigurasi dari komponen – komponen perangkat lunak dan perangkat keras dari suatu sistem. (Menurut Jogiyanto ,1990).

Persediaan
Persediaan  didefinisikan  sebagai  barang  jadi  yang  disimpan  atau  digunakan  untuk  dijual pada periode mendatang, yang dapat berbentuk bahan baku serta disimpan untuk diproses, barang  dalam  proses  manufaktur  dan  barang  jadi  yang  disimpan  untuk  dijual  maupun diproses.
Persediaan diterjemahkan dari kata “inventory” yang  merupakan  jenis  barang yang disimpan di gudang yang mempunyai sifat pergerakan yang agak berbeda satu sama lain Indrajit et al (2002:11).

BAGIAN AWAL DARI TESIS

BAGIAN AWAL DARI TESIS   
Sampul 
Pada sampul dicetak: Judul tesis, tulisan kata: tesis (huruf kapital), tulisan kalimat: Untuk memenuhi persyaratan memperoleh gelar Magister atau Doktor, nama program studi, lambang Universitas Brawijaya, nama lengkap penulis (tanpa gelar), nomer induk mahasiswa, tulisan: Program Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang, dan tahun tesis diajukan. Contoh sampul tesis (Lampiran 1) dan disertasi (Lampiran 2).

Sampul terdiri dari dua bagian: sampul luar dari karton (hard cover) dan sampul dalam dari kertas HVS putih. Pada punggung sampul dicantumkan nama penulis, judul tesis dan tahun kelulusan. Cara penulisan punggung buku, lihat contoh pada Lampiran 3. 

Halaman Judul 
Halaman judul karya ilmiah berisi tulisan yang sama dengan halaman sampul, namun dicetak di atas kertas HVS putih.  Contoh halaman judul tesis (Lampiran 4) dan disertasi (Lampiran 5). 

Halaman Pengesahan 
Halaman pengesahan memuat judul karya ilmiah, nama penulis dan kata-kata pengesahan,  susunan dewan penguji dan tanda tangan dewan penguji dengan urutan ketua komisi pembimbing, anggota komisi pembimbing dan pengesahan  Dekan Fakultas atau Direktur  PPSUB.  Contoh halaman pengesahan tesis (Lampiran 6) dan disertasi (Lampiran 7). 

 Halaman Identitas Tim Penguji 
Halaman identitas tim penguji dicetak pada kertas HVS putih, memuat judul tesis, identitas mahasiswa, nama komisi pembimbing atau komisi promotor, dan nama tim dosen penguji. SK (atau surat penugasan) penguji dari Program Pascasarjana Universitas Brawijaya disertakan. Contoh halaman identitas tim penguji tesis (Lampiran 8) dan disertasi (Lampiran 9). 

Halaman Pernyataan Orisinalitas 
Halaman pernyataan orisinalitas merupakan halaman yang memuat ketegasan penulis bahwa naskah tesis bukan karya plagiasi dan menjamin orisinalitasnya. Contoh halaman pernyataan ini disajikan pada Lampiran 10 untuk S2 dan Lampiran 11 untuk S3. 

Halaman Peruntukan 
Halaman peruntukan bukan merupakan halaman wajib untuk  diadakan.  Pada halaman ini ditulis hal yang  sifatnya pribadi antara lain untuk siapa tesis tersebut dipersembahkan. Contoh halaman  peruntukan  pada Lampiran 12. 

Halaman Riwayat Hidup 
Halaman riwayat hidup berisi nama penulis, tempat dan tanggal lahir, nama orang tua, riwayat pendidikan dan riwayat pekerjaan serta prestasi-prestasi yang menonjol (Lampiran 13). 

Halaman Ucapan Terimakasih 
Halaman ucapan terima kasih ini di uraikan secara singkat kepada siapa saja yang membantu selama proses penelitian hingga penulisan. Harap diperhatikan; nama, gelar, instansi dicetak secara benar. Contoh disajikan pada Lampiran 14. 

Halaman Ringkasan 
Ringkasan ditulis dalam dua bahasa: bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Judul ringkasan adalah sama dengan judul karya ilmiah, diketik  dengan  huruf kapital pada halaman baru. Judul ringkasan atau summary ditempatkan di sisi halaman bagian atas.  Ringkasan mencakup masalah penelitian, tujuan penelitian, metode penelitian dan hasil-hasil penelitian yang menonjol.  Di dalam ringkasan  tidak  boleh ada  kutipan (acuan) dari  pustaka,  jadi merupakan  hasil uraian murni dari penulis. Isi ringkasan harus dapat dimengerti tanpa harus melihat  kembali pada materi karya ilmiah.  Ringkasan disusun dengan jumlah maksimum 600 kata (1,5-2 halaman) dan diketik satu spasi.  Contoh  ringkasan (Lampiran 15).     

Halaman Summary 
Summarymerupakan ringkasan yang ditulis dalam bahasa Inggris. Contoh summary(Lampiran 16). 

Halaman Kata Pengantar 
Kata pengantar memuat rasa syukur sehingga tulisan dapat disajikan, uraian singkat proses penulisan karya ilmiah dan penulis mengantarkan kepada pembaca agar dapat memahami isi tulisan, harapan: penyempurnaan, manfaat bagi yang membutuhkan. Contoh halaman kata  pengantar  pada Lampiran 17.

Halaman Daftar Isi 
Halaman  daftar  isi diketik pada  halaman  baru  dan diberi  judul  daftar isi yang diketik dengan huruf kapital tanpa diakhiri titik dan diletakkan di tengah atas kertas. Dalam daftar isi dimuat daftar tabel, daftar gambar, judul dari bab dan sub bab, daftar pustaka dan lampiran. Keterangan yang mendahului daftar isi tidak perlu dimuat dalam daftar isi.  Judul  bab  diketik  dengan huruf kapital, sedangkan judul sub bab diketik dengan huruf kecil kecuali huruf pertama  tiap sub bab diketik dengan  huruf  besar.  Baik judul bab ataupun sub bab tidak diakhiri titik. Nomer bab menggunakan angka romawi dan sub bab menggunakan angka arab. Jarak pengetikan antara baris judul bab  yang satu dengan bab yang lain adalah dua spasi, sedangkan jarak spasi antara  anak bab adalah satu spasi. Contoh halaman daftar isi pada Lampiran 18.

Halaman Daftar Tabel 
Halaman daftar tabel diketik pada halaman baru. Judul daftar tabel diketik dengan huruf kapital tanpa diakhiri titik dan diletakkan di tengah atas kertas. Daftar tabel memuat semua tabel yang disajikan dalam teks dan lampiran. Nomer tabel ditulis dengan angka. Jarak pengetikan judul (teks) tabel yang lebih dari satu baris diketik satu spasi dan  jarak  antar judul tabel dua spasi.  Judul  tabel dalam halaman daftar tabel harus sama dengan judul tabel dalam teks. Contoh halaman daftar tabel pada Lampiran 19.

Halaman Daftar Gambar 
Halaman daftar gambar diketik pada halaman baru. Halaman daftar gambar memuat daftar gambar, nomer gambar  judul gambar dan nomor halaman, baik gambar yang ada dalam teks dan dalam Lampiran. Cara pengetikan pada halaman daftar gambar seperti pada halaman daftar tabel pada Lampiran 20.

Halaman Daftar Lampiran 
Daftar lampiran diketik pada halaman baru. Judul daftar lampiran diketik di tengah atas halaman dengan huruf kapital. Halaman daftar lampiran memuat nomer teks judul lampiran dan halaman. Judul daftar lampiran harus sama dengan judul lampiran. Lampiran, misalnya memuat contoh perhitungan, sidik ragam, peta, data, dan lain-lain.

Halaman Daftar Simbol, Singkatan, dan Definisi 
 Halaman daftar simbol dan singkatan memuat simbol/besaran dan singkatan istilah/satuan. Bagian Daftar  simbol ini tidak perlu selalu ada. Cara pengetikannya adalah sebagai berikut:
  • Pada lajur/kolom pertama memuat singkatan.             
  • Pada lajur/kolom ke dua memuat keterangan singkatan yang disajikan pada lajur pertama.
  • Penulisan singkatan diurut berdasarkan abjad latin dengan huruf besar diikuti dengan huruf kecil.
  • Bila simbol ditulis dengan huruf Yunani, penulisannya juga berdasarkan abjad Yunani.
  • Keterangan pada lajur ke dua diketik dengan huruf kecil kecuali huruf  pertama diketik  dengan  huruf besar.

Strategi Pengembangan Kelompok Tani Dalam Mendukung Pembangunan Kawasan Agribisnis Sayuran Organik Di Kenagarian Aie Angek Kabupaten Tanah Datar

Strategi Pengembangan Kelompok Tani Dalam Mendukung Pembangunan Kawasan Agribisnis Sayuran Organik Di Kenagarian Aie Angek Kabupaten Tanah Datar 
Kelembagaan petani mencakup pengelolaan sumberdaya pertanian pada kawasan agribisnis hortikultura yang berada didataran tinggi (Deptan, 2003).Pengembangan kelembagaan merupakan salah satu komponen pokok dalam keseluruhan rancangan Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (RPPK) tahun 2005-2025. Selama ini pendekatan kelembagaan juga telah menjadi komponen pokok dalam pembangunan pertanian dan pedesaan. Namun, kelembagaan petani cenderung hanya diposisikan sebagai alat untuk mengimplementasikan proyek belaka, belum sebagai upaya untuk pemberdayaan yang lebih mendasar. Kedepan, agar dapat berperan sebagai kelompok tani yang partisipatif, maka pengembangan kelembagaan harus dirancang sebagai upaya untuk peningkatan kemampuan kelompok tani itu sendiri sehingga menjadi mandiri dalam mendukung pembangunan kawasan agribisnis. Pembentukan dan pengembangan kelompok tani disetiap desa juga harus menggunakan prinsip kemandirian lokal yang dicapai melalui prinsip pemberdayaan. Pendekatan yang top-down planning menyebabkan partisipasi kelompok tani tidak tumbuh (Kedi Suradisastra, 2008; Syahyuti, 2007).

Pemberdayaan petani di pedesaan oleh pemerintah hampir selalu menggunakan pendekatan kelompok. Salah satu kelemahan yang mendasar adalah kegagalan pengembangan kelompok yang dimaksud, karena tidak dilakukan melalui proses sosial yang matang. Kelompok yang dibentuk terlihat hanya sebagai alat kelengkapan proyek, belum sebagai wadah untuk pemberdayaan kelompok tani secara hakiki (Syahyuti, 2003; Kedi Suradisastra, 2008).

Kelompok tani merupakan lembaga yang menyatukan para petani secara horizontal, dan dapat dibentuk beberapa unit dalam satu desa. Kelompok tani juga dapat dibentuk berdasarkan komoditas, areal pertanian, dan gender. Pengembangan kelompok tani dilatarbelakangi oleh kenyataan kelemahan petani dalam mengakses berbagai kelembagaan layanan usaha, misalnya lemah terhadap lembaga keuangan, terhadap lembaga pemasaran, terhadap lembaga penyedia sarana produksi  pertanian serta terhadap sumber informasi (Saptana, Saktyanu, Sri Wahyuni, Ening dan Valeriana Darwis, 2004). Sedangkan menurut di Suradisastra, Kelompok tani merupakan lembaga yang menyatukan para petani secara horizontal dan vertikal.

Berbagai kesalahan dalam pengembangan kelembagaan selama ini yaitu hampir tiap program pembangunan pertanian dan pengembangan masyarakat pedesaan membentuk satu kelembagaan yang baru. Sebagian besar kelembagaan dibentuk lebih untuk tujuan mendistribusikan bantuan dan memudahkan tugas kontrol bagi pelaksana program, bukan untuk pemberdayaan masyarakat secara nyata. Setiap program membuat satu organisasi yang baru dengan nama yang khas, jarang sekali program dari dinas tertentu menggunakan kelompok yang sudah ada. Pengembangan kelembagaan hanya dengan dukungan material yang cukup tapi tidak dibina bagaimana mengelolanya dengan manajemen yang baik. Walaupun kelembagaan telah dijadikan alat yang penting dalam menjalankan suatu program, namun penggunaan strategi pengembangan kelembagaan banyak mengalami ketidaktepatan dan kekeliruan (Uphoff, 1986; Syahyuti, 2003).

Secara konseptual tiap kelembagaan petani yang dibentuk dapat memainkan peran tunggal ataupun ganda. Khusus untuk kegiatan ekonomi, terdapat banyak lembaga pedesaan yang diarahkan sebagai lembaga ekonomi, diantaranya adalah kelompok tani, koperasi dan kelompok usaha agribisnis. Secara konseptual masing-masing dapat menjalankan peran yang sama (tumpang tindih). Berdasarkan konsep sistem agribisnis, aktivitas pertanian pedesaan tidak akan keluar dari upaya untuk menyediakan sarana produksi (benih, pupuk dan obat-obatan), permodalan usahatani, pemenuhan tenaga kerja, kegiatan berusaha tani (on farm), pemenuhan informasi dan teknologi serta pengolahan dan pemasaran hasil pertanian (Syahyuti, 2008; F. Kasijadi,A. Suryadi dan Suwono, 2003).

Kawasan menunjuk pada suatu wilayah yang merupakan sentra (pusat), dapat berupa sentra produksi, perdagangan maupun sentra konsumsi. Dengan demikian kawasan sentra produksi sayuran adalah suatu kawasan pusat kegiatan produksi sayuran dalam suatu unit wilayah tertentu yang memiliki karakteristik yang relatif sama, dan memiliki kelengkapan infrastruktur dan sistem yang menunjang kegiatan produksi sayuran (Saptana,Saktyanu, Sri Wahyuni, Ening dan Valeriana Darwis, 2004).

Sistem Agribisnis yang lengkap merupakan suatu gugusan industri ynag terdiri dari empat subsistem yaitu subsistem agribisnis hulu yakni industri sarana produksi (industri benih, pupuk, pestisida dan indutri alsintan), subsistem budidaya (on-farm) yang menghasilkan komoditas pertanian primer, subsistem agribisnis hulu yaitu pengolahan hasil baik menghjasilkan produk antara maupun produk akhir, subsistem pemasaran yaitu pendistribusian produk dari sentra produksi ke sentra konsumsi, subsistem jasa penunjang yaitu dukungan sarana dan prasarana serta lingkungan yang mendukung pengembangan agribisnis (Sudaryanto dan Pasandaran, 1993; dan Ditjerhot, 2001).

Dalam pengembangan kawasan agribisnis ada 4 masalah yang dihadapi yaitu penurunan harga dengan cepat dan sempurna kepada petani,sedangkan kenaikan harga lambat dan tidak sempurna; informasi pasar yang monopolistik pada agribisnis hilir; IPTEK dari agribisnis hilir tidak ditransmisikan ke agribisnis hulu (petani); Modal investasi yang relatif banyak di agribisnis hilir tidak disalurkan dengan baik, bahkan cenderung digunakan untuk mengeksploitasi agribisnis hulu (Simatupang, 1995).

Keberhasilan pengembangan agribisnis sayuran tergantung kepada keterpaduan antara program dan kesiapan kelembagaannya. Ada tiga bentuk kelembagaan yaitu kelembagaan yang hidup dan telah diterima oleh komunitas lokal atau tradisional, kelembagaan pasar, kelembagaan sistem politik atau sistem pengambilan keputusan ditingkat publik (Etzioni, 1991;Uphoff, 1992).

Kabupaten Tanah Datar tepatnya di Kecamatan X Koto Kenagarian Aie Angek merupakan daerah yang terletak pada dataran tinggi. Sehingga sangat cocok untuk pengembangan usaha pertanian. Pengembangan pertanian bertujuan untuk kesejahteraan petani dan keluarganya dalam berusaha tani dengan melakukan agribisnis pertanian sayuran organik yang tangguh dan profesional serta berwawasan lingkungan (Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, 2007).

Kabupaten Tanah Datar merupakan daerah yang memiliki potensi berupa lahan kering, sawah dan perikanan. Khusus di Kenagarian AieAngek, kawasan ini sangat cocok ditanami sayur-sayuran karena memiliki keunggulan komparatif, dan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah menetapkan menjadi suatu Kawasan Pusat Pengembangan Agribisnis Sayuran Organik (KASO), dalam pelaksanaannya pembinaan dilakukan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar dan Dinas Pertanian Propinsi Sumatera Barat.   

Rumusan Masalah 
Selama ini pendekatan kelembagaan juga telah menjadi komponen pokok dalam pembangunan pertanian dan pedesaan. Namun, kelembagaan petani cenderung hanya diposisikan sebagai alat untuk mengimplementasikan proyek belaka, belum sebagai upaya untuk pemberdayaan yang lebih mendasar. Pendekatan yang top-down planning menyebabkan partisipasi kelompok tani tidak tumbuh (Kedi Suradisastra, 2008; Syahyuti, 2007; Bank Dunia, 2005)

Pemberdayaan petani di pedesaan oleh pemerintah hampir selalu menggunakan pendekatan kelompok. Salah satu kelemahan yang mendasar adalah kegagalan pengembangan kelompok yang dimaksud, karena tidak dilakukan melalui proses sosial yang matang. Kelompok yang dibentuk terlihat hanya sebagai alat kelengkapan proyek, belum sebagai wadah untuk pemberdayaan kelompok tani secara hakiki (Syahyuti, 2003; Kedi Suradisastra, 2008).

Pada tahun 2002 bahwa untuk kelancaran pelaksanaa kegiatan Pengembangan Kawasan Agribisnis Sayuran Organik (KASO), Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar menetapkan kelompok tanim “ Pambalahan” sebagai pelaksana kegiatan tersebut.

Komoditas yang  diusahakan adalah kubis, brokoli, kol bunga, wortel, selada, sawi, cabe, bawang daun, lobak. Produk sayuran dengan sistem organik ini memiliki keunggulan-keunggulan yaitu diantaranya ramah lingkungan dan memiliki kadar mutu kesehatan yang lebih baik dari sayuran produksi non organik dan harga jual sayuran organik lebih tinggi dibandingkan dengan sayuran non organik (Pracaya, 2003).

Menurut Perhepi (1989), menyatakan salah satu hambatan dalam pengembangan agribisnis di Indonesia yaitu sistem kelembagaan, terutama di pedesaan terasa masih lemah sehingga kondisi ini menyebabkan kurang mendukung kegiatan agribisnis.

Berdasarkan uraian diatas, maka dirasa perlu untuk melakukan penelitian ini. Dari perumusan masalah diatas, muncul pertanyaan penelitian sebagai berikut :
1. Apa saja permasalahan kegiatan kelompok tani pambalahan dalam mendukung pembangunan kawasan agribisnis sayuran organik di Aie Angek Kecamatan X Koto.
2. Bagaimana pengaruh Institut Pertanian Organik (IPO) terhadap kelompok tani       pambalahan dalam mendukung pembangunan kawasan agribisnis sayuran organik..
3. Bagaimana strategi pengembangan kelompok tani pambalahan dalam mendukung pembangunan kawasan agribisnis sayuran organik di Aie Angek Kecamatan X Koto.

Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan diatas maka tujuan dari penelitian ini adalah :
1.      Mengetahui permasalahan kegiatan kelompok tani pambalahan dalam mendukung pembangunan kawasan agribisnis sayuran organik di Aie Angek Kecamatan X Koto.
2.      Menganalisis pengaruh IPO terhadap kelompok tani pambalahan dalam mendukung pembangunan kawasan agribisnis sayuran organik di Aie Angek Kecamatan X Koto.
3.       Menganalisis strategi pengembangan kelompok tani pambalahan dalam mendukung  pembangunan kawasan agribisnis sayuran organik di Aie Angek Kecamatan X Koto. 

Manfaat Penelitian 

Dengan adanya penelitian ini, maka diharapkan hasilnya dapat berguna dan bermanfaat untuk :
1. Bagi petani, yaitu sebagai masukan dan informasi sehingga dapat   membantu dalam menghadapi masalah sehubungan dengan pengembangan kelompok tani dalam mendukung pembangunan kawasan agribisnis.
2. Bagi pemerintah, yaitu sebagai masukan, gambaran dan pertimbangan mengenai pengembangan kelompok tani dan masalah yang dihadapi kelompok tani, sehingga membantu dalam perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan pertanian yang lebih berpihak pada petani.
3. Bagi penulis sendiri yaitu dapat meningkatkan pemahaman mengenai pengembangan kelompok tani dalam mendukung pembangunan kawasan agribisnis dan bagi mahasiswa lain dapat dijadikan acuan dalam melakukan penelitian tentang kasus ini. 

TINJAUAN PUSTAKA
Konsep Strategi
Dalam Artikel Michail Porter berjudul “What is Strategy?” yang dimuat dalam Harvard Business Review (1996) Istilah strategi tidak asing dalam percakapan sehari-hari. Kita mempunyai pengertian tersendiri ketika membaca kata ini dalam sebuah tulisan atau mendengarnya dalam percakapan seseorang. Strategi sebagai penentu tujuan jangka panjang, program kerja dan alokasi sumberdaya.Dalam  dimensi ini, strategi merupakan cara untuk secara eksplisit menentukan tujuan jangka panjang, sasaran-sasaran organisasi, program kerja yang dibutuhkan untu mencapai tujuan, dan alokasi sumberdaya yang diperlukan.
a. Strategi penentu aspek keunggulan organisasi, disini strategi dijadikan power yang efektif untuk menentukan segmentasi produk dan pasar. Segmentasi itu mencakup baik penentuan customer maupun pengenalan tentang competitor yang dihadapi.
b. Strategi sebagai penentu tugas manajerial. Dimensi ini memperlihatkan perspektif organisasi sebagai korporasi, bisnis, dan fungsi-fungsi. Ketiga perspektif ini harus dilihat secara holistik dengan tetap memperhatikan perbedaan tugas manajerial masing-masing perspektif.
c. Strategi sebagai pola pengambilan keputusan yang saling mengikat. Disini strategi dilihat sebagai pola pengambilan keputusan berdasarkan masa lampau yang mungkin ikut menentukan apa yang harus dilakukan dimasa depan.
 d. Strategi sebagai upaya mengalokasikan sumberdaya untuk mengembangkan keunggulan berdaya saing yang berkesinambungan. Disini kompetensi inti terkait erat dengan sumberdaya organisasi.
 

Contoh Contoh Proposal Copyright © 2011-2012 | Powered by Erikson