Contoh Proposal Sistem Informasi Persediaan Barang Plenoptic Clothing Company

Contoh Proposal Sistem Informasi Persediaan Barang Plenoptic Clothing Company
Perkembangan Sistem Informasi berbasis komputer pada saat ini sudah menjadi tuntutan utama pada setiap perusahaan dalam skala besar maupun kecil sebagai sistem pengolahan data. Informasi menjadi bagian terpenting pada setiap pengambilan keputusan dalam suatu organisasi. Informasi yang tepat, akurat dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan perusahaan tersebut.

Suatu sistem informasi persediaan barang yang baik akan meningkatkan produktiitas dan kinerja dari perusahaan. Dalam melakukan penelitian di plenoptic clothing company penulis menemukan permasalahan yaitu adanya kesalahan dalam beberapa proses pengolahan dan penyampaian informasi. Terutama dalam proses transaksi pembelian dan penjualan barang kemudian pelaporan hasil proses transaksi dan pengelolaan persedian barang yang dibutuhkan oleh pihak manajemen, sering terdapat kesalahan dan ketidaksesuaian. Sehingga masalah – masalah itu dapat menghambat aktivitas perusahaan, terlebih lagi sampai menimbulkan kerugiaan bagi perusahaan.Oleh karena itu diperlukan suatu sistem informasi yang dapat mendukung pengelolaan informasi yang ada serta mampu menyelesaikan masalah yang ada dengan menggunakan sistem terkomputerisasi.

Berdasarkan hal tersebut penulis mencoba menjawab tantangan dan berusaha mengembangkan kemampuan dibidang informatika untuk membuat sebuah perangkat lunak (software), yang dapat membantu dalam pengambilan keputusan dan memberikan kemudahan dalam pengolahan sebuah informasi.

Dari persoalan diatas, penulis tertarik untuk mengembangkan Sistem Informasi Persediaan Barang yang ada saat ini sehingga dapat mengatasi kekurangan-kekurangan yang ada.Dari persoalan ini penulis mengangkat hal tersebut untuk dijadikan sebagai skripsi dengan judul “Sistem Informasi Persediaan Barang Plenoptic Clothing Company”.

Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah mengenai sistem informasi  persediaan barang di Plenoptic Clothing Company, adalah sebagai  berikut:
  1. Kekurangan dari sistem yang sedang berjalan yaitu sering terdapat duplikasi data, lalu dalam proses pembuatan laporan tidak tepat dan tidak cepat. Sehingga hal – hal tersebut agak menghambat aktivitas di perusahaan.
  2. Kendala yang timbul adalah pada saat transaksi pembelian sering terjadi kesalahan pencatatan, pengarsipan, dan pelaporan.
  3. Pada transaksi penjualan juga sering terjadi hal yang sama yaitu sering terjadi kesalahan pencatatan, pengarsipan, dan pelaporan. Mengakibatkan adanya masalah di Plenoptic Clothing Company yaitu, terlambatnya pelaporan yan diminta pihak manajemen. Hal ini juga berakibat kerugian pada perusahaan.
  4. Kemudian dalam pengaliran informasi dari suatu bagian ke bagian lain terjadi keterlambatan penyampaian informasi.

Batasan Masalah
Agar mengarah pada pokok permasalahan yang sedang dibahas serta menghindari kajian yang terlalu luas, maka perlu ditetapkan batasan masalah yang akan menjadi ruang lingkup kajian yang akan dilakukan dengan melihat hal-hal yang telah diuraikan diatas. Maka batasan masalah yang akan dikaji meliputi  :
  1. Pengelolaan transaksi pembelian dan penjualan dikembangkan kearah otomatisasi dan terkomputerisasi dengan perangkat lunak (software) yang dikembangkan.
  2. Dalam pelaporan yang dibutuhkan pihak manajemen juga diotomatisasi dengan mengambil rekam data dari penginputan, dan hasil proses transaksi yang terjadi.
  3. Batasan pengembangan lain yaitu dengan membuat sistem informasi persediaan barang dengan sistem client server, yang dapat menjawab permasalahan informasi yang sering terlambat dalam penyampaiannya.
  4. Membuat hak akses berbeda pada setiap bagian yang terkait dalam sistem persediaan yang dikembangkan ini, yaitu bagian administrator, bagian persediaan, manager.

Maksud Dan Tujuan Penelitian
Adapun maksud dari penyusunan skripsi ini adalah untuk mengatasi kendala yang terjadi pada sistem yang sedang berjalan di plenoptic clothing company, terutama pada pengelolaan stok barang, pembelian, penjualan barang. Dalam hal ini telah ini telah disampaikan di sub bab identifikasi masalah yang dijelaskan.
Sedangkan tujuan dari pengembangan sistem informasi persediaan barang ini adalah :
  1. Menyajikan informasi yang tepat dan akurat mengenai stok barang, pembelian barang, penjualan barang, kepada bagian administrasi, bagian persediaan, dan manager 
  2. Mengembangkan sistem informasi yang menunjang kepada pengolahan data stok barang, pembelian barang, penjualan barang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
  3. Mengembangkan pula sistem basis data, untuk menangani pengolahan data barang dan transaksi di plenoptic clothing company yang terkomputerisasi nantinya.    
  
Metode Penelitian
Teknik pengumpulan data untuk melengkapi data atau informasi dalam skripsi ini, menggunakan metode sebagai berikut :
  1. Observasi, pengamatan langsung terhadap aktivitas di Plenoptic Clothing Company.
  2. Wawancara, melakukan pengumpulan data atau keterangan secara langsung dengan tanya jawab mengenai hal-hal yang berhubungan dengan penelitian.
  3. Studi Pustaka, melakukan pengumpulan dan pencarian data dari buku yang menunjang terhadap penulisan skripsi ini.
Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah dengan menggunakan Metode Model Waterfall yang merupakan metode  yang berfungsi sebagai sebuah mekanisme untuk mengindentifikasi kebutuhan perangkat lunak, waterfall bisa menjadi paradigma yang efektif bagi rekayasa perangkat lunak. Penjelasan dari level-level yang dilalui pada model perancangan sistem waterfall adalah sebagai berikut:
Metode Perancangan Sistem dengan Model Waterfall

Gambar  Metode Perancangan Sistem dengan Model Waterfall
(Sumber : Adapted From Dorfman 1997.P7 See Also Van Vliet 1999.P50)


Waktu dan Lokasi
 Waktu penelitian yang dilakukan oleh penulis dimulai dari tanggal 16 November  2006, dan tempat penulis melakukan penelitian di Plenoptic Clothing Company yang beralamatkan Jln. Raya Rancaekek - Majalaya No.156 Rancaekek Kab. Bandung.

Sistematika Penulisan
Dalam penulisan laporan ini, pembahasan ini dibagi kedalam beberapa bab, diantaranya adalah:

BAB I : PENDAHULUAN
Bab ini menguraikan beberapa sub bab antara lain: latar belakang, identifikasi masalah, batasan masalah, maksud dan tujuan, metoda penelitian, metoda pengembangan sistem serta sistematika penulisan, dimaksudkan agar dapat memberi gambaran tentang urutan pemahaman dalam menyajikan skripsi ini.

BAB II : LANDASAN TEORI
Bab ini membahas mengenai landasan teori yang terdiri dari definisi sistem, informasi, alat untuk analisis dan merancang model proses dan model data dari sistem.

BAB III : ANALISIS SISTEM
Bab ini menguraikan tentang analisa kebutuhan sistem disamping itu juga membahas mengenai gambaran sistem  yang sedang berjalan.

BAB IV : PERANCANGAN SISTEM
Bab ini akan dijelaskan mengenai langkah-langkah yang digunakan dalam proses perancangan sistem meliputi diagram alir dokumen, diagram konteks, data flow diagram, kelemahan sistem, kamus data, normalisasi, rancangan sistem serta rancangan pengkodean.

BAB V : IMPLEMENTASI SISTEM
Bab ini menguraikan tentang implementasi dari sistem yang diusulkan meliputi pemakaian hardware maupun software.

BAB VI : PENUTUP
Bab ini menguraikan kesimpulan dari permasalahan yang dibahas serta saran yang akan menjadi masukan bagi perkembangan sistem ini

Contoh Proposal Potensi Radio Komunitas Epiginosko

Contoh Proposal Potensi Radio Komunitas Epiginosko 
 Perkembangan media massa di Indonesia mengalami kemajuan pesat sejak terjadinya perubahan kebijakan tentang Sistem  Penyiaran di Indonesia. Perubahan yang terjadi seiring dengan perubahan kebijakan politik yang terjadi Pasca Reformasi ( setelah tahun 1998 ).

Pada era Pasca Reformasi, regulasi tentang pendirian media massa mengalami kemudahan. Keadaan ini berdampak munculnya  media massa baik cetak maupun elektronik. Demikian juga halnya dengan hadirnya TV, Radio Swasta Nasional. Saat ini tercatat ada 1 lembaga penyiaran publik dengan jangkauan nasional yaitu TVRI, 10 lembaga penyiaran TV Swasta dengan jangkauan nasional, serta 56 lembaga penyiaran TV Swasta lokal yang tersebar di berbagai daerah. Demikian juga dengan radio swasta yang tergabung dalam PRSSNI ada sekitar 84 radio swasta siaran berdiri di Provsu (PRSSNI 2006).

Pasca Reformasi juga menimbulkan iklim yang kondusif lahirnya proses demokratisasi , yang selama  era orde baru proses ini belum berlangsung optimal. Dalam proses demokratisasi inilah  peran media massa sangat diperlukan untuk memotivasi, menyadarkan bahkan menggerakkan masyarakat untuk  meningkatkan kualitas hidupnya.

Proses demokratisasi yang sedang berlangsung  didukung oleh semangat otonomi daerah, yang memberi peluang bagi daerah untuk menciptakan sumber pendapatan sendiri, serta Undang-undang Penyiaran No. 32/2002 yang memberi peluang  bagi tumbuhnya stasiun televisi swasta berbasis daerah, lembaga penyiaran publik lokal ( TV/Radio Publik Lokal ),   serta lembaga penyiaran    komunitas  ( TV / Radio Komunitas ) memberi  kesempatan bagi pengelola media massa  untuk berperan secara optimal  membangun daerahnya.
Kehadiran  lembaga penyiaran komunitas  (TV dan Radio Komunitas) dapat memberi kontribusi yang sangat berarti bagi suatu daerah, terutama sebagai sarana  untuk mensosialisasikan kebijakan Pemerintah Daerah di tingkat Lokal dan sebagai sarana mempromosikan potensi daerah, sehingga  dapat berdampak kepada peningkatan pemasukan  pendapatan daerah tersebut.

Kota Pematang Siantar merupakan  wilayah yang sangat potensial di Propinsi Sumatera Utara. Sektor pariwisata, perdagangan dan peternakan merupakan  potensi yang dapat dioptimalkan  agar dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD ). Dengan potensi daerah yang dimiliki, optimalisasi fungsi lembaga penyiaran  Radio Komunitas  dapat mewujudkan tingkat kesejahteraan masyarakat yang lebih tinggi dari kondisi sekarang.

Dasar pertimbangan yang lebih spesifik dapat dikemukakan sebagai berikut :
1.      Potensi daerah di Kota Pematang Siantar di sektor pariwisata, perdagangan, peternakan, dan industri kecil  perlu dioptimalkan melalui kemasan program siaran yang mengedepankan  upaya-upaya agar masyarakat bersedia  berpartisipasi meningkatkan potensi daerahnya.
2.      Potensi-potensi dalam bidang pariwisata peternakan, perdagangan dan industri kecil perlu dilakukan promosi melalui Radio Komunitas agar dapat menarik minat investor lokal maupun luar negeri untuk menanamkan investasinya di Kota Pematang Siantar.
3.      Kehadiran Radio Komunitas  dapat memberi kemudahan bagi masyarakat di Kota Pematang Siantar untuk mendapatkan informasi perdangan dengan biaya yang terjangkau dan kualitas siaran yang baik .

Berdasarkan permasalahan inilah, penulis menganggap perlu dilakukannya suatu penelitian untuk mengetahui bagaimana sebenarnya bagaimakah Potensi Radio Komunitas Epiginosko  Terhadap Pembangunan Masyarakat  Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar

Perumusan Masalah 
Berdasarkan uraian  latar belakang penelitian di atas, maka peneliti  dapat merumuskan   masalah dalam penelitian ini  sebagai berikut, bagaimakah Potensi Radio Komunitas Epiginosko Terhadap Pembangunan Masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar.
Adapun permasalahan  khusus dalam penelitian ini adalah :
1.      Bagaimanakah motivasi Pedagang Pasar Horas di Kota  Pematang Siantar mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko untuk mendapatkan informasi daerah?
2.      Apakah jenis informasi daerah yang didengar masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar  dari Radio Komunitas Epiginosko ?
3.      Kapankah Waktu dan bagaimanakah frekuensi  masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko?
4.      Dimanakah lokasi   masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang  Siantar  biasanya mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko ?

Pembatasan Masalah
Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah :
1.      Siaran  Radio Komunitas baik  yang berbentuk berita maupun  informasi    umum tentang potensi daerah Kota Pematang Siantar.
2.      Daerah penelitian ini adalah di Kota Pematang Siantar
3.      Responden penelitian ini adalah masyarakat  Pedagang  Pasar Horas Kota  Pematang Siantar

Tujuan dan Manfaat Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1.      Mengetahui motivasi  masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko untuk mendapatkan informasi daerah .
2.      Mengetahui  Jenis informasi daerah yang didengar masyarakat Pedagang Pasar Horas Kota Pematang Siantar dari Radio  Komunitas. Epiginosko
3.      Mengetahui waktu mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko masyarakat Pedagang Pasar Horas Kota Pematang Siantar .
4.      Mengetahui  Lokasi   masyarakat Pedagang Pasar Horas biasanya mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko  di Kota Pematang Siantar.
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :
1.      Sebagai bahan masukan bagi pemerintah pusat Departemen Komunikasi dan Informatika dalam pembuatan kebijakan yang berkaitan dengan pengembangan radio komunikator.
2.      Sebagai    bahan   masukan    bagi   pemerintah   Kota   P.  Siantar agar dapat mendorong dalam pengembangan radio komunikator di P. Siantar.
3.      Sebagai     bahan     masukan    bagi     pengelola    managemen    radio komunitas epiginosko dalam upaya peningkatan dan pengembangannya.

Uraian Teoritis
Penelitian ini membahas tentang bagaimana masyarakat mendapatkan informasi daerah melalui  Radio Komunitas.  Mengadopsi kepada karakteristik media massa maka keberadaan Radio Komunitas dapat dijelaskan fungsi dan peranannya dalam kerangka teoritis  mengenai komunikasi massa.

Seperti yang dikemukakan  Melezke (1963) yang dikutip oleh Rakhmat, 1981 mengartikan komunikasi massa sebagai setiap bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melalui media penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu arah pada  publik  yang tersebar. 

Dibanding dengan jenis-jenis komunikasi lainnya, komunikasi massa mempunyai ciri-ciri  (dikutip dari Effendi (1993:22-26)  adalah :
1.      Komunikasi massa berlangsung  satu arah. Dalam hal ini tidak terdapat arus balik dari komunikan kepada komunmikator. Dengan kata lain, komunikator tidak mengetahui tanggapan khalayak (komunikan) terhadap pesan yang disampaikan.
2.      Komunikator pada komunikasi  massa merupakan lembaga, yakni satu institusi  atau organisasi. Karena komunikator  pada komunikasi massa bertindak atas nama lembaga, maka  ia  bertinndak sesuai dengan kebijaksanaan ( policy) media yang memilikinya. Ia tidak mempunyai kebebasan sebagai  individu.
3.      Pesan pada komunikasi massa  bersifat umum. Maksudnya  pesan ditujukan kepada umum, bukan kepada perseorangan atau kelompok tertentu.
4.      Media komunikasi massa menimbulkan keserempakan. Artinya khalayak menerima secara serempak  (simultan ) pesan yang disampaikan melalui media massa.
5.      Komunikan pada komunikasi massa bersifat heterogen. Artinya komunikan atau khalayak merupakan masyarakat  yang heterogen. Keberadaannya terpencar, satu sama lain tidak saling mengenal dan tidak melakukan kontak pribadi, masing-masing berbeda  latar belakang sosialnya seperti usia, agama, pekerjaan, pendidikan, kebudayaan, pengalaman dan sebagainya.

Komunikasi massa menyiarkan informasi, gagasan dan sikap kepada komunikan yang beragam dalam jumlah yang banyak  menggunakan media.

Kerangka teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah   model  Mass Media Uses and Gratifications.
Model  Mass Media Uses and Gratifications menurut para pendirinya menyatakan bahwa awal kebutuhan  secara psikologis dan sosial individu menimbulkan  harapan tertentu kepada media massa atau sumber lain. ( Katz, Blumler, Gurevitch, 1974 : 19 – 32).

Dalam penelitian ini tidak semua komponen yang ada dalam model Mass Media Uses and Gratifications diteliti. Penelitian ini akan mendeskripsikan tentang:
1.      Bagaimanakah motivasi  masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota  Pematang Siantar mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko untuk mendapatkan informasi daerah ?
2.      Apakah Jenis informasi daerah yang didengar masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar dari Radio Komunitas Epiginosko ?
3.      Kapankah Waktu masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang Siantar mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko ?
4.      Dimana Lokasi   masyarakat Pedagang Pasar Horas di Kota Pematang  Siantar   biasanya mendengarkan Radio Komunitas Epiginosko ?


Anteseden                     Motif                  Penggunaan                   Efek                                          Media
Variabel           - Kognitif    -   Waktu                     - Kepuasan
Individual         - Diversi      -  Frekuensi                 - Ketergantungan
Identitas           - Isi             - Pengetahuan Personal  -  Jenis Isi
                                                                         
Variabel
Lingkungan
Sumber : Jalaluddin Rahmat, 1985

Model ini dimulai dengan Variabel Anteseden  yang terdiri dari Variabel Individual yaitu antara lain usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan. Variabel Lingkungan juga masih merupakan bagian dari Variabel Anteseden yang biasanya terdiri dari lingkungan sosial, afiliasi kelompok, organisasi dan lain sebagainya.
Masyarakat dalam model penelitian ini memiliki kebutuhan dan motif beraneka ragam berdasarkan karakteristik sosialnya. Katz, Blumler, Gurevitch membuat tipologi kebutuhan manusia yang berhubungan dengan  penggunaan media yang meliputi :
1.      Kebutuhan Kognitif
2.      Kebutuhan Afektif
3.      Kebutuhan Integratif Pesan
4.      Kebutuhan Integratif Sosial
5.      Kebutuhan akan pelarian

Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi  dan dipuaskan melalui media massa dan sumber lain . Melalui sumber lain , kebutuhan dapat terpenuhi melalui hubungan dengan keluarga, teman, komunikasi interpersonal, maupun mengisi waktu luang dengan berbagai cara.
Kerangka teoritis yang digunakan dalam penelitian ini memang memodifikasi efek media massa terhadap sikap individu. Dalam pembahasan dan kerangka teoritis, media massa di sini dimaknai sebagai Radio Komunitas Epiginosko.
Kebutuhan melalui media massa dapat dipenuhi dengan membaca surat kabar dan majalah, mendengarkan radio serta menonton televisi. Dalam penelitian ini, model Mass Media Uses and Gratificationsdiadaptasi untuk  meneliti hubungan antara motif masyarakat dengan penggunaan radio. 

Chaffe (1980) dalam Rakhmat (1985:215-217), mengemukakan tiga pendekatan untuk melihat efek media massa. Pertama, pendekatan yang berkaitan dengan pesan media massa. Kedua, pendekatan dengan melihat jenis perubahan yang terjadi pada khalayak. Seperti penerimaan informasi, perubahan perasaan atau sikap dan perubahan perilaku (perubahan kognisi, afeksi, dan behavioral). Dan ketiga, meninjau satuan observasi yang dikenai efek media massa.

Pendekatan tersebut, menurut Gonzales (1978; dalam Jahi, 1988:17), disebut tiga dimensi efek komunikasi massa, yaitu : (1) efek kognitif yang meliputi peningkatan kesadaran, belajar dan tambahan pengetahuan; (2) efek afektifyang berhubungan dengan emosi, perasaan, dan sikap; sedang (3) efek konatif erat hubungannya dengan niat dan kecenderungan berperilaku menurut cara tertentu. 

Mar’at (1981:124), mengungkapkan bahwa komponen kognitif dan afektif banyak dipengaruhi oleh media komunikasi seperti film, surat kabar, radio, dan televisi. Teori belajar sosial dari Bandura (1977), menjelaskan efek prososial dari media massa itu sendiri.

Ketika membicarakan motif, peneliti perlu mengawali  dengan meletakkan konsepsi manusia karena yang diteliti adalah motif manusia. Konsep manusia  yang dibahas dalam penelitian ini adalah konsepsi Psikologi Humanistik yang melihat manusia sebagai  manusia seutuhnya. Tidak seperti pandangan  Psikoanalisis yang cenderung menganggap manusia hanya dipengaruhi oleh naluri hewaninya dan Behaviorisme yang melihat manusia sebagai robot tanpa jiwa dan nilai.

Kedua pandangan yang tadi disebutkan  tidak menghormati manusia sebagai manusia. Keduanya tidak mampu menjelaskan  aspek eksistensi manusia yang positif dan membangun seperti cinta, kreativitas, nilai , makna, dan pertumbuhan pribadi (Rakhmat, 2001 : 30 ).
Manusia adalah pencari makna, dalam pertumbuhannya  manusia memerlukan orang lain.  Dengan kata lain,  hidup manusia lebih bermakna ketika manusia itu melibatkan nilai-nilai dan pilihan yang membangun . Menurut Carl Rogers dalam konsepsi Humanistik ini, manusia mempunyai prilaku  meningkatkan, mempertahankan dan pengaktualisasian diri.
Berkaitan dengan prilaku manusia, William Mc.Dougall mengemukakan  faktor-faktor personal yang menentukan prilaku manusia. Manusia memiliki faktor-faktor  personal  (internal)  antara lain sikap, instink, kepribadian, sistem kognitif, dan motif ( Rakhmat, 2001:33).
Secara Etimologis, motivasi  berasal dari bahasa Latin yaitu ”motivas” yang berarti alasan dasar , pikiran dasar, dorongan bagi seseorang untuk berbuat atau ide pokok  yang selalu berpengaruh terhadap tingkah laku manusia ( Kartono, 1988 : 153).
Sedangkan  menurut Wahyusumidjo, motivasi  merupakan proses psikologis yang mencerminkan  interaksi antara sikap, kebutuhan, persepsi dan keputusan pada seseorang  yang timbul karena adanya faktor intrinsik dan ekstrinsik (Wahyusumidjo , 1984:178 ) 
Dari pendapat di atas, dijelaskan lebih lanjut bahwa  faktor intrinsik dalam diri manusia  dapat timbul berdasarkan kepribadian, sikap, harapan, dan kebutuhannya (need). Kebutuhan inilah yang menimbulkan motif.
Motif merupakan  salah satu faktor pembentuk prilaku seseorang dalam menanggapi sesuatu. Motif merupakan daya yang timbul dari dalam diri yang mendorong  seseorang untuk melakukan sesuatu.
Menurut tafsiran sosiologis Max Webber , motif merupakan  deskripsi verbal  yang memberikan gambaran, penjelasan atau dasar kebenaran tingkah laku yang telah dilakukan (Turner, 1984).
Menurut Yoseph Klapper (Rakhmat, 2001: 198) pengaruh Komunikasi Massa ditentukan oleh faktor-faktor predisposisi personal, keanggotaan kelompok dan proses selektif atau biasa juga disebut faktor personal. Di dalam faktor personal inilah terdapat motif yang memberikan asumsi tertentu bagi orang dalam menanggapi sesuatu. Jadi dapat dikatakan motif mempengaruhi seseorang dalam memilih sesuatu termasuk juga dalam memilih media massa dan mengkonsumsi isinya. Demikian juga halnya motif menggunakan telepon pedesaan sabagai salah satu sarana berkomunikasi .

Dalam kata lain Efektifitas sebuah proses komunikasi ditentukan oleh tiga faktor, menurut Rakhmat (1989:62), ketiga faktor itu adalah sebagai berikut :

1. Faktor Komunikator 
Komunikator dalam model ini harus memiliki kredibilitas, daya tarik dan kekuasaan.  Kredibilitas terdiri dari dua unsur yaitu keahlian dan kujujuran. Keahlian diukur dengan sejauhmana komunikan menganggap komunikator mengetahui jawaban yang benar. Sedangkan kejujuran dioperasionalkan dengan persepsi komunikan tentang sejauhmana komunikan tidak memihak dalam penyampaian pesan.

Daya tarik ukur dari kesamaan, familiaritas dan kesukaan. Kekuasaan dioperasionalkan dengan tanggapan komunikan tentang kemampuan komunikator untuk memberikan ganjaran, kemampuan untuk meneliti apakah komunikan mengikuti pesan yang disampaikan  atau tidak.

2. Faktor Pesan 
Pesan terdiri dari struktur pesan, gaya pesan, imbauan pesan. Pertama,  struktur pesan ditunjukkan dengan pola penyimpulan, pola urutan argumentasi dan pola objektifitas. Prinsip-prinsip yang harus dianalisis adalah sebagai berikut :
1.      Perceived Control adalah kemampuan komunikator untuk melakukan pengawasan apakah komunikan itu tunduk kepada pesan atau tidak.
2.      Perceived Concern adalah kemampuan komunikator untuk melakukan penelitian/mersa peduli apakah komunikan tunduk kepada pesan.
3.      Perceived Security adalah kemampuan komunikator untuk memperhatikan/menyelidiki apakah komunikan itu tunduk kepada pesan.

Kedua, gaya pesan menunjukkan variasi linguistik dalam penyampaian pesan  (perulangan, mudah dimengerti, perbendaharaan kata).

Ketiga, Appeals (imbauan) pesan mengacu pada motif-motif psikologis yang dikandung pesan (rasional, emosional, reward appeals, fear appeals ).

Menurut Cultip dan Center dalam Susanto (1982:138) mengatakan bahwa pesan yang efektif adalah pesan yang memiliki 7 C yaitu :
1.      Credibility yaitu nilai kepercayaan khalayak atau publik kepada komunikator.
2.      Context yaitu faktor yang menghubungkan isi pesan dengan keadaan lingkungan yang ada.
3.      Contents yaitu faktor makna dan arti yang tersimpulkan dalam pesan terutama memperhatikan apakah pesan dipahami oleh komunikan.
4.      Clarity adalah faktor kesederhanaan dan jelas tidaknya perumusan yang digunakan dalam pesan
5.      Continuity adalah pesan yang bersifat kesinambungan
6.      Consistency adalah ada tidaknya pertentangan / pebedaan dalam bagian-bagian ataukah terdapat suatu pengulangan dengan variasi di dalamnya.
7.      Capability adalah faktor yang terakhir dalam penelitian pesan untuk disebarkan kepada komunikan.

3.      Faktor media 
Media yang diteliti adalah Radio Komunitas dengan asumsi semakin lengkap sarana dan prasarana yang disediakan untuk proses komunikasi maka hasil yang akan diperoleh akan semakin tampak lebih sempurna walaupun kadangkala  banyak kendala yang harus dijumpai.

Pengertian Fungsi sistem dan Prosedur Menurut Para Ahli

Pengertian Fungsi sistem dan Prosedur Menurut Para Ahli
Menurut Yogianto (1995:1) yang mengutip dari Jerry Fritz Gerald dan Warren D. Stalling, pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut “ Suatu sistem adalah suatu jaringan yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”.

Sedangkan prosedur menurut Yogianto (1995:1) mengutip dari Richard F. Neuschel, didefinisikan sebagai berikut: “Suatu prosedur adalah urut-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa (what) yang harus dikerjakan, siapa (who) yang mengerjakan, kapan (when) dikerjakan, dan bagaimana mengerjakannya.

Definisi sistem menurut Mulyadi (1993:2) sebagai berikut:
a. Setiap sistem terdiri atas unsur-unsur.
b. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan.
c. Unsur-unsur tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
d. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

Pengertian prosedur menurut Zaki Baridwan (1990:3) adalah merupakan urutan pekerjaan klerikal yang melibatkan beberapa orang dalam suatu bagian atau lebih, disusun untuk menjamin adanya perlakuan yang seragam terhadap transaksi yang sering terjadi.

Sistem Informasi Akuntansi
Pengertian Sistem Informasi Akuntansi
Menurut Bodnard dan Hopwood (2000:23) sistem informasi akuntansi adalah kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang diatur untuk mengubah data menjadi informasi.

Menurut Baridwan (1996:4) sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, menggolongkan, mengolah, menganalisa dan komunikasikan informasi keuangan yang relevan untuk pengambilan keputusan kepada pihak-pihak luar (seperti inspeksi pajak, investor dan kreditur ) dan pihak-pihak dalam (terutama manajemen ).

Tujuan Penyusunan Sistem Informasi Akuntasi
Tujuan umum penyusunan sistem informasi akuntansi adalah sebagai berikut:
1. Untuk memperbaiki informasi yang diberikan oleh sistem dalam kualitas, ketepatan waktu atau struktur dari informasi tersebut.
2. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern, yang berarti memperbaiki daya andal informasi akuntansi dan menyediakan catatan yang lengkap sebagai pertanggungjawaban dalam melindungi harta perusahaan.
3. Untuk menurunkan biaya dalam menyelenggarakan catatan akuntansi.

Dari ketiga tujuan tersebut harus dipertimbangkan pada waktu penyusunan suatu sistem informasi akuntansi, sehingga dapat diharapkan tidak ada salah satu tujuan yang terlewatkan.

Faktor–faktor yang dipertimbangkan dalam penyusunan sistem informasi akuntansi
Penyusunan sistem informasi akuntansi untuk suatu perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa faktor penting antara lain:
1. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip cepat yaitu sistem informasi akuntansi harus menyediakan informasi yang diperlukan dengan cepat dan tepat waktu serta dapat memenuhi kebutuhan dan kualitas yang sesuai..
2. Sistem informasi yang disusun harus memenuhi prinsip aman yaitu sistem informasi harus dapat membantu menjaga keamanan harta milik perusahaan.
3. Sistem informasi akuntansi yang disusun harus memenuhi prinsip murah yang berarti bahwa biaya untuk menyelenggarakan sistem informasi akuntansi tersebut harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal.

Teknologi Informasi
Dalam era globalisasi informasi yang berkembang sangat pesat, sistem informasi akuntansi mengalami banyak perubahan dalam tahun-tahun terakhir ini. Penggunaan teknologi komputer mendapat perhatian yang sangat besar karena memungkinkan manajemen informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan dengan cepat dan tepat.

Untuk memahami Sistem informasi akuntansi berbasis komputer perlu pengenalan terhadap struktur kemampuan dan operasi dari komputer.

Komponen Utama Suatu Komputer
Menurut Cushing (1992 : 110) ”Komputer adalah suatu alat elektronik dengan kecepatan yang tinggi yang mampu melaksanakan serangkaian instruksi yang akan mernungkinkannya untuk melakukan serangkaian operasi tanpa campur tangan manusia”.

Sistem komputer merupakan kombinasi yang terintegrasi dari empat komponen yaitu hardware, software, procedure dan personnel.

Menurut Bordnar, George (2000 : 71) ”Sistem komputer merupakan kombinasi terpadu dari perangkat keras (Hardware), Perangkat lunak (software), komunikasi, sumber daya manusia, sumber daya informasi, dan prosedur-prosedur pemrosesan”.

Mcleod (1995 : 109) menjelaskan tentang komponen komputer tersebut sebagai berikut. Software adalah program-program dan prosedur-prosedur kerja yang dibutuhkan untuk mengintruksikan hardware dalam melakukan fungsinya. Sedangkan Hardware adalah peralatan fisik yang digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas dari sistem yang berbasis komputer, adapun komponen hardware sebagai berikut :
a. Input Devices yaitu suatu alat atau media yang menerima input data untuk iproses.
b. Central processing unit (CPU) yaitu bagian internal komputer yang berfungsi sebagai pusat pengolahan dan pengendalian dari keseluruhan sistem pemrosesan data CPU yang terdiri dari bagian-bagian yang masing-masing mempunyai tugas sendiri, tetapi merupakan satu kesatuan yang saling melengkapi.yaitu : 
  • Control unit adalah bagian yang bertugas mengendalikan dan mengkoordinasikan keseluruhan sistem kerja komputer. 
  • Arithmetic Logic unit (ALU) adalah bagian yang bertugas melaksanakan perhitungan arithmatika dasar, penyusunan data, pemindahan data serta membandingkan data. 
  • Primary Memory Unit adalah bagian yang menerima data dan program dari input devices dan penampungan ini hanya bersifat sementara saja. 
c. Output devices yaitu alat yang menerima hasil pengolahan dari CPU melalui unit penyimpanan dan memberikan hasil pengolahan.

Files
Dalam memproses data dengan komputer dikenal istilah file, file itu terdiri dari record-record yang menggambarkan kesatuan data yang sejenis, empat kategori utama file menurut Cushing yang disadur oleh Kosasi (1992 : 69) Yaitu:
a. Master file (File Transaksi) : adalah suatu file permanent dari catatan-catatan yang berisi data berjalan (Current) atau hamper berjalan yang secara teratur dimutakhirkan (up date).
b. Transaction file (file transaksi) : adalah arsip catatan-catatan yang mencerminkan aktivitas berjalan dalam suatu organisasi yang dipakai untuk memutakhirkan suatu master file.
c. Table file (file meja) : adalah suatu master file mengenai data referensi biasanya berupa angka/nomor yang dicari dan diperbaiki selama pengolahan data untuk membantu kalkulasi atau tugas akhir.
d. Indeks file (file Indeks) : adalah suatu master file pengidentifikasian catatan dan lokasi penyimpanan file.
 

Contoh Contoh Proposal Copyright © 2011-2012 | Powered by Erikson