Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan

Pengolahan Air Limbah Batik Dengan Proses Kombinasi Elektrokimia, Filtrasi, Dan Adsorbsi

Pengolahan Air Limbah Batik Dengan Proses Kombinasi Elektrokimia, Filtrasi, Dan Adsorbsi 
1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang 
Dalam proses pembuatan batik yang paling banyak menimbulkan pencemaran adalah proses basah, yaitu pekerjaan batik dalam larutan zat kimia dengan air sebagai mediumnya dan sebagai bahan pembantu yang terdiri dari kanji, minyak, lilin, soda (NaOH), deterjen dan lain-lain. Berdasarkan survey pendahuluan bak-bak pengendap air limbahnya sebelum air limbah tersebut dibuang langsung ke badan air. Namun demikian pada bak-bak pengendap air limbah tersebut belum cukup mengatasi pencemaran yang ditimbulkan. Hal ini terbukti dengan adanya hasil pemeriksaan awal warna air limbah batik sebesar 266 Pt-Co.

Industri batik Plenthong dalam proses produksinya menggunakan beberapa bahan pewarna, zat warna yang biasa digunakan umumnya zat warna sintetik, karena harganya murah dan memberikan hasil yang lebih memuaskan, tetapi limbah yang dihasilkan masih berwarna dan sulit terdegradasi, sehingga dapat mengganggu estetika maupun penetrasi sinar matahari ke dalam badan air yang pada gilirannya akan menurunkan kualitas lingkungan. Zat pewarna dapat diturunkan jumlahnya dalam air dengan cara kombinasi proses elektro kimia, filtrasi dan adsorbsi dengan media pasir silika-karbon aktif. Proses elektro kimia adalah perlakuan terhadap air untuk dapat memisahkan bahan tersuspensi halus dan bahan koloid elektron lewat rangkaian luar dari suatu zat kimia yang teroksidasi ke zat kimia yang direduksi. 

Karbon aktif telah diketahui mempunyai kemampuan yang sangat cepat dalam mengadsorbsi zat organik maupun anorganik. Zat organik yang terkait di sini adalah zat warna, yang dalam hal ini karbon aktif digunakan untuk mengadsorbsi sebagian zat organik yang telah terlarut dan masih tersisa dalam proses sebelumnya. 

Dengan pertimbangan tersebut di atas, maka penurunan warna menjadi titik penting dalam pembahasan penelitian ini dengan harapan akan memberikan gambaran tentang penurunan zat warna dengan variasi ketebalan media karbon aktif.

1.2. Tujuan Penelitian 
Untuk mengetahui pengaruh ketebalan media karbon aktif terhadap efisiensi penurunan kadar zat warna dalam kombinasi proses elektrokimia, filtrasi dan adsorbsi.

1.3. Manfaat Penelitian 
a. Untuk mengetahui kemampuan alat elektrokimia, filtrasi dan adsorbsi dengan media pasir-karbon aktif dalam mengolah limbah cair warna.
b. Sebagai rangkaian alat pengolahan limbah alternatif yang dapat digunakan bagi industri-industri batik baik skala kecil maupun besar yang menghasilkan limbah warna.
c. Untuk menambah studi ilmiah tentang cara pengolahan air limbah warna menggunakan kombinasi proses elektrokimia, filtrasi dan adsorbsi dengan media pasir-karbon aktif sebagai suatu upaya untuk mengurangi dampak negatif air limbah warna sehingga akan tercipta suatu kondisi aman bagi badan air. 

2. TINJAUAN PUSTAKA 
2.1. Zat Warna 
Zat warna adalah senyawa yang dapat dipergunakan dalam bentuk larutan atau dispersi kepada suatu bahan lain sehingga berwarna. Warna dalam air dapat disebabkan oleh adanya ion-ion metal alam, yaitu Besi (Fe) dan mangan (Mn), humus yang dihilangkan terutama untuk penggunaan air industri dan air minum. Warna yang biasanya diukur adalah warna sebenarnya atau warna nyata, yaitu warna setelah kekeruhan dihilangkan, sedangkan warna nampak adalah warna yang tidak hanya disebabkan oleh zat terlarut dalam air tapi juga zat tersuspensi. 

Pemeriksaan warna ditentukan dengan membandingkan secara visual warna dari sampel dengan larutan standart warna yang diketahui konsentrasinya. Di dalam metode ini sebagai standart warna digunakan larutan Platina-Cobalt dengan satuan mg/I-PtCo. (Allaerts dan Sri Sumerti, 1987). PtCo singkatan dari Pt (Platina) dan Co (Cobalt). 

Air limbah yang baru dibuat biasanya berwarna abu-abu apabila senyawa-senyawa organik yang ada mulai pecah oleh bakteri. Oksigen terlarut dalam limbah direduksi sampai menjadi nol dan warnanya berubah menjadi hitam (gelap). Pada kondisi ini dikatakan bahwa air limbah sudah busuk. Dalam menetapkan warna tersebut dapat pula diduga adanya pewarna tertentu yang mengandung logam-logam berat. (Departemen Perindustrian, 1987).

2.2. Elektrokimia
Reaksi oksidasi-reduksi, atau redoks, melibatkan perubahan dalam keadaan oksidasi pereaksi-pereaksi. Dalam kebanyakan contoh sederhana terdapat kehilangan elektron yang sesungguhnya oleh satu pereaksi dan perolehan elektron padanannya oleh pereaksi yang lain. Bila aliran elektron yang menyertai suatu reaksi membentuk arus untuk listrik, maka perubahan kimia itu dirujuk sebagai elektrokimia. Atau dengan kata lain, elektrokimia adalah suatu pengkajian sifat dan reaksi kimia yang melibatkan ion dalam larutan termasuk elektrolis dan sel elektrik serta menggunakan arus listrik melalui proses elektrolisis untuk mengurangi atau menurunkan logam-logam dan partikel-partikel di dalam air (Daintith, 1994).

2.3. Adsorbsi Umum 
Adsorbsi secara umum adalah proses penggumpalan substansi terlarut (soluble) yang ada dalam larutan, oleh permukaan zat atau benda penyerap, dimana terjadi suatu ikatan kimia fisika antara substansi dengan penyerapannya. Adsorbsi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu : 
a. Adsorbsi fisik, yaitu berhubungan dengan gaya van der Waals dan merupakan suatu proses bolak-balik apabila daya tarik menarik antara zat terlarut dan adsorben lebih besar daya tarik menarik antara zat terlarut dengan pelarutnya maka zat yang terlarut akan diadsorbsi pada permukaan adsorben. 
b. Adsorbsi kimia, yaitu : reaksi yang terjadi antara zat padat dan zat terlarut yang teradsorbsi. 

Adsorbsi menggunakan istilah adsorbant dan adsorbent, dimana adsorbent adalah merupakan suatu media penyerap yang dalam hal ini berupa senyawa karbon, sedangkan adsorbant adalah merupakan suatu media yang diserap. Pada air buangan proses adsorbsi adalah merupakan gabungan antara adsorbsi secara fisika dan kimia yang sulit dibedakan, namun tidak akan mempengaruhi analisa pada proses adsorbsi. 

2.4. Absorbsi-Filtrasi 
Absorbsi adalah proses adhesi yang terjadi pada permukaan suatu zat padat atau zat cair yang berkontak dengan media lainnya, sehingga menghasilkan akumulasi atau bertambahnya konsentrasi molekul-molekul. 

Filtrasi adalah proses melepaskan campuran solid-liquid melalui material porus (filter) kemudian menahan solid lebih besar dari lubang porus, solid akan tertahan dipermukaan filter. Filtrasi ini disebut filtrasi permukaan, filtrasi intip, atau filtrasi penyangga. Apabila semua solid terhambat dalam masa porus, proses disebut filtrasi pada volume dan filtrasi ada kedalaman (Reynold, 1982).

Filter menurut jenisnya dibagi menjadi 3 filter media tunggal dengan media berupa pasir atau pecahan arah antrasit, filter media ganda dengan media berupa pasir dan entrasit, dan filter multimedia dengan media berupa entrasi, pasir, dan garnet atau dapat berupa media variasi. 

Kelancaran hasil filtrasi dipengaruhi oleh tekanan gravitasi yang disebut head. Kehilangan tekanan gravitasi atau kehilangan head atau kehilangan hidrolik disebabkan oleh akumulasi benda-benda tersaring dan tertahan sampai beberapa centimeter ke dalam pasir (Tjokrokusumo, 1995).

3. METODE PENELITIAN 
3.1. Bahan dan Alat dalam Penelitian 
3.1.1. Penyiapan bahan penelitian : 
a. Air limbah warna batik 
b. Pasir silika
c. Arang aktif

3.1.2. Penyiapan alat penelitian : 
a. 1 buah tong fiber sebagai bak penampung limbah batik ± 120 liter.
b. 1 buah, kran dan selang sebagai pengatur debit aliran.
c. 1 buah, stopwatch untuk mengukur waktu.
d. 1 buah, adaptor 10 A 12 V.
e. 1 buah, bak elektrokimia.
f. 6 plat, sebagai elektroda, 3 plat alumunium dan 3 plat seng.
g. 1 buah, bak filtrasi dan adsorbsi.
h. 1 buah, terminal sebagai tempat adaptor. 
i. 2 buah, soket seri sebagai pengatur arah aliran.
j. Pipa PVC 3/4.
k. 3 buah, gelar ukur untuk mengukur volume air.

3.1.3. Penyiapan bak penampung limbah
Bak penampung dibersihkan dengan air bersih supaya bersih dari sampah dan atau debu. Sehingga air limbah dapat mencapai konsentrasi yang diinginkan dan tidak mengganggu jalannya proses. 

3.1.4. Penyiapan bak elektrokimia
Plat aluminium dipotong agar menyesuaikan ukuran dari bak elektrokimia, kemudian dipasang kabel sebagai kutub positif (+) dan kutub negatif (-) pada kedua ujung tengah Nat yang telah dilubangi, selanjutnya dihubungkan antara kutub positif (+) dan kutub negatif (-) pada adaptor. Jarak antara plat menyesuaikan lebar bak.

3.1.5. Penyiapan bak filtrasi dan adsorbsi
Semua komponen atau bahan filtrasi dan adsorbsi dimasukkan kedalam bak filtrasi dan adsorbsi sesuai dengan urutan ketebalannya. Arang aktif menggunakan variasi ketebalan 0 cm, 5 cm, 10 cm, 15 cm dan 20 cm sedangkan pasir silika menggunakan ketebalan 5 cm.

3.2.Analisa Data 
Secara diskriptif, yaitu suatu data yang akan disajikan dalam bentuk tabel dan grafik, berdasarkan efektifitas ketebalan media yang optimal dibandingkan dengan baku mutu, sedangkan perhitungan efisiensi proses penurunan kandungan warna batik adalah nilai yang menunjukkan perbandingan antara besarnya nilai parameter yang masuk ke suatu proses dengan nilai yang keluar dari proses tersebut. Besarnya efisiensi dinyatakan dalam bentuk prosentase (%), dengan rumus sebagai berikut : 
         Co - Ci
Ef =                 x 100%                (Tjokrokusumo, 1998).
Co
Dimana      :     Ef  = efisiensi proses penurunan parameter (%)
                                    Co = kosentrasi parameter saat masuk ke proses
                                    Ci  = konsentrasi parameter saat keluar dari proses.

4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 
4.1. Hasil Penurunan Air Limbah Warna Industri Batik Plenthong Yogyakarta
Setelah dilakukan pengolahan dengan kombinasi proses elektrokimia, filtrasi dan adsorbsi dengan menggunakan variasi ketebalan media karbon aktif 0 cm, 5 cm, 10 cm, 15 cm dan 20 cm dapat dilihat dalam bentuk tebal dan grafik. 

Dari sumber diatas terlihat bahwa konsentrasi warna pada pengolahan limbah warna Industri Batik Plenthong Yogyakarta dengan kombinasi proses elektrokimia, filtrasi dan adsorbsi dengan menggunakan variasi ketebalan media karbon aktif mengalami penurunan dari 266 mg/I Pt-Co menjadi 38 mg/I Pt-Co pada ketebalan karbon aktif 0 cm. Pada ketebalan karbon aktif 5 cm terjadi penurunan dari 266 mg/I Pt-Co menjadi 34 mg/I Pt-Co. Penurunan kandungan warna dari 266 mg/I Pt-Co menjadi 14 mg/I Pt-Co terjadi pada ketebalan karbon aktif 10 cm. Pada ketebalan karbon aktif 15 cm konsentrasi warna turun dari 266 mg/I Pt-Co menjadi 4 mg/I Pt-Co. Penurunan dari 266 mg/I Pt-Co menjadi 2 mg/I Pt-Co terjadi pada ketebalan karbon aktif 20 cm. 

Grafik  Hubungan antara variasi ketebalan karbon aktif engan kandungan warna setelah proses.

4.2. Efisiensi Proses Penurunan Kandungan Warna Limbah Batik
Perhitungan efisiensi dari hasil proses penurunan warna air limbah Industri Batik Plenthong Yogyakarta setelah dilakukan pengolahan dengan kombinasi elektrokimia, filtrasi dan adsorbsi dengan menggunakan variasi ketebalan media karbon aktif dapat dilihat dalam bentuk tabel dan grafik. 

Dari tabel diatas terlihat bahwa efisiensi penurunan limbah warna setelah melalui kombinasi proses elektrokimia, filtrasi dan adsorbsi dengan variasi ketebalan media karbon aktif mengalami efisiensi penurunan 85,71% pada ketebalan karbon aktif 0 cm. Pada ketebalan karbon aktif 5 cm terjadi efisiensi penurunan 87,22%. Efisiensi penurunan 94,74% terjadi pada ketebalan karbon aktif 10 cm. Pada ketebalan karbon aktif 15 cm terjadi efisiensi penurunan 98,50%. Dan efisiensi penurunan 99,25% terjadi pada ketebalan karbon aktif 20 cm. 

Grafik  Hubungan antara ketebalan kabon aktif dengan efisiensi penurunan warna

5. KESIMPULAN DAN SARAN 
5.1 Kesimpulan 
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 
a. Penurunan konsentrasi warna dengan kombinasi proses elektrokimia, filtrasi dan adsorbsi dari konsentrasi awal sebesar 266 mg/I Pt-Co dengan variasi ketebalan media karbon aktif : 20 cm mencapai konsentrasi warna 2 mg/I Pt-Co membutuhkan waktu kontak (td) sebesar 38,3 menit dengan tinggi pipa outlet pada bak filtrasi - adsorbsi = 35 cm dan mempunyai effisiensi yang cukup tinggi, yaitu 99,25%.
b. Semakin tebal media karbon aktif akan diperoleh kandungan warna yang semakin kecil

5.2 Saran 
a. Sebaiknya dalam mengolah limbah warna ini, menggunakan karbon aktif dengan diameter ± 18 mesh/I mm, dengan ketebalan media karbon aktif tidak kurang dari : 20 cm untuk menghasilkan hasil yang efektif.
b. Hendaknya karbon aktif perlu dilakukan pencucian yang lebih bersih supaya air yang dihasilkan dari pengolahan dengan karbon aktif tidak berwarna gelap atau hitam.
c. Penelitian ini sangat sederhana oleh karena itu perlu dikembangkan lebih lanjut untuk mengetahui lama penyerapan (waktu jenuh) dari karbon aktif, karena dalam penelitian ini tidak dibahas.

DAFTAR PUSTAKA
Alerts & Srisumestri S., 1987, Metode Penelitian Air, Usaha Nasional, Surabaya. 

Allen J. and Kash RH, 1967, Process Design Calculation of Adsorption from Liquid in Fixed Beds of Granula Activated Carbon, J. Waltedr Polution Control, Tata Mc Grawhill, New Delhi.

Degreemont, 1991, Water Treatment Hand Book, sixth edition, Volume 1, France. 

Ismingsih Rasyid, 1973, Pengantar Kimia Zat Warna, ITT, Bandung.

Perrich J.R., 1981, Acctivated Carbon Adsorption For Waste Water Treatment, CRC Press Inc. Boca Raton, Florida. 

Reynold, T.D., 1982, Unit Operation and Process in Environmental Engineering, University Wadsworth, Inc., A & M, Texas. 

Weber W.J. and Morris, 1972, Adsorption in Heterogeneous Aquaeus System, Jour AWWA.

PENYULUHAN KETERAMPILAN BATIK TULIS

PENYULUHAN KETERAMPILAN BATIK TULIS
BAB I
PENDAHULUAN
A. Analisis Situasi
Keterampilan dan keahlian sangat dibutuhkan dalam kehidupan ini, tanpa punya keahlian khusus sulit untuk bersaing dalam kehidupan sekarang, krisis yang multi demensional membuat sulitnya kehidupan ini, kurangnya lapangan pekerjaan, banyaknya pengangguran membuat kehidupan semakin kompleks, maka dibutuhkan sumber daya manusia yang trampil dan berwawasan luas.

Dalam rangka menyiapkan sumber daya manusia yang trampil guna mencapai. tujuan pembangunan, peranan pendidikan sangatlah penting. Sesuai dengan salah satu tujuan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian kepada masyarakat, maka Universitas Negeri Yogyakarta sebagai salah satu lembaga pendidikan tinggi mempunyai tanggung jawab dalam upaya pengembangan kemampuan masyarakat. 

Salah satu peran Lembaga Pendidikan dalam rangka pengabdian tersebut dengan menyampaikan suatu kegiatan khusus berupa ketrampilan praktis kepada masyarakat. Untuk itu telah ditentukan sebagai obyek penyuluhan yaitu Kelompok Ibu-ibu PKK di Dusun Dero, Kepanjen, Wedomartani, Sleman, Yogyakarta.

Pemilihan khalayak sasaran ini dipandang tepat mengingat situasi dan kondisi yang ada di daerah tersebut yang diakibatkan oleh adanya krisis ekonomi. Pendidikan yang rendah, pengangguran, tidak mempunyai ketrampilan dan keahlian khusus. Belum banyak usaha jasa membatik di wilayah tersebut, padahal batik mempunyai prospek yang baik. Sangat bermanfaat bagi ibu-ibu, guna kebutuhan sehari-hari sebagai Ibu rumah tangga , keterampilan membatik bisa dipakai untuk pekerjaan sampingan guna menambah penghasilan dan bisa dimanfaatkan untuk diri sendiri atau keluarga, misalnya untuk hiasan dinding, taplak meja, seprai, sarung bantal, korden dan lainnya. Letaknya juga strategis, karena dekat dengan hotel dan pariwisata.

B. Perumusan Masalah
Berdasarkan data dan permasalahan yang ada, maka dapatlah dirumuskan sebagai berikut: Bagaimana cara memberikan pengetahuan dan ketrampilan batik tulis kepada kelompok Ibu-ibu PKK Dusun Dero, Kepanjen, Wedomartani, Sleman, Yogyakarta., sehingga dapat meningkatkan kemampuannya. 

C. Tujuan
Kegiatan penyuluhan ketrampilan batik tulis kepada kelompok Ibu-ibu PKK Dusun Dero, Kepanjen, Wedomartani, Sleman, Yogyakarta. ini mempunyai tujuan sebagai berikut: 
1). meningkatkan kemampuan sumber daya masyarakat. 
2). memberikan pembinaan ketrampilan teknik batik tulis.

D. Manfaat
Dengan adanya kegiatan pembinaan ini diharapkan bermanfaat dalam mengembangkan potensi Pemuda dan Pemudi dalam bidang ketrampilan cetak sablon, sehingga dapat menambah penghasilan, serta sebagai kegiatan kreatif. Bagi pelaksana kegiatan pengabdian, sejalan dengan salah satu tujuan Tri Dharma Perguruan Tinggi, menyumbangkan pengetahuannya sebagai langkah nyata ikut serta dalam pembinaan dan pembangunan masyarakat di luar kampus. Bagi lembaga yang pelaksana program kegiatan, dapat terinformasikan keberadaannya, khususnya jurusan Pendidikan Seni Rupa dan program studi Seni Kerajinan.

E. Review Kepustakaan
Untuk meningkatkan sumber daya manusia perlu diberikan kepada mereka kegiatan ketrampilan khusus. Salah satu bentuk penyampaian yang praktis kepada masyarakat yaitu berupa teknik membatik tulis. 

Apakah batik itu ? Batik adalah lukisan atau gambar pada mori yang dibuat dengan menggunakan alat bernama canting disebut membatik (bahasa Jawa : mbatik). Membatik menghasilkan batik atau batikan berupa macam-macam motif dan mempunyai sifat-sifat khusus yang dimiliki oleh batik itu sendiri., (Hamzuri, 1981: VI) Dalam perkembangan selanjutnya dipergunakanlah alat-alat lain yang lebih baik untuk mempercepat proses pengerjaan, misalnya dengan cap. Demikian pula memproses batik menjadi kain batik. Kerja mencap ini pun menghasilkan motif seperti batik yang sebenarnya, bukan batik lagi. Motif batik cap yang nantinya menjadi kain motif batik cap, mutunya tidak mungkin dapat mengimbangi batik sebenarnya. Sekarang oleh masyarakat keduanya disebut batik. Untuk membedakan masing-masing disebut batik tulis dan batik cap. Sesuai dengan perkembangan teknik modern, maka cara mengerjakan batik dimodernisasi. Teknik modern ini menghasilkan kain dengan motif seperti batik. Karena hasilnya bukan batik lagi, maka lebih tepat diberi nama kain motif batik seperti batik yang sebenarnya. Secara garis besar membatik dapat dibagi menurut tahapan sebagai berikut : 
1). proses pembuatan gambar (disain), 
2). proses penyantingan (pemberian malam), 
3). proses pewarnaan (pencelupan atau dengan kuas langsung/ teknik colet),
4). Penghilangan malam (lorod)

Dalam proses batik tulis, perlengkapan atau peralatannya sangat sederhana bisa didapat dengan mudah dan pengerjaan tidak sulit, bisa dikerjakan di mana-mana tidak memerlukan tempat khusus, sehingga bisa sebagai pekerjaan sambilan, tapi kalau digunakan sebagai mata pencarian tetap dikerjakan secara profesional usaha batik tulis ini sangat menjanjikan prosfek yang baik untuk mata pencaharian. 

BAB II
METODE PENGABDIAN
A. Metode Pengabdian
Metode yang digunakan dalam memecahkan masalah di atas melalui tahapan sebagai berikut :
  1. Analisis situasi dan studi kelayakan yang terkait dengan permasalahan di Dusun Dero, Kepanjen, Wedomartani, Sleman, Yogyakarta. Sebetulnya proses batik tulis ini sederhana dan sangat mudah, orang awampun apabila diberikan contoh pasti akan dapat dan cepat membuatnya. bahwa membatik dapat dilakukan oleh siapa saja baik laki-laki maupun wanita, orang dewasa atau anak-anak. Sebab bahan-bahan yang dipergunakan mudah sekali untuk didapat serta harganya sangat murah. Hal ini kalau dikelola dengan baik, di samping memberikan ketrampilan khusus juga akan memberikan tambahan penghasilan yang cukup. 
  2. Identifikasi kebutuhan dan permasalahan yang ada. 
  3. Perencanaan program dengan mempertimbangkan aspek sarana dan prasarana. 
  4. Pelaksanaan program kegiatan 
  5. Evaluasi program 
B. Pendekatan Pembinaan
Dalam upaya menerapkan metode pelaksanaan program tersebut lebih ditekankan pada pendekatan individual yang dalam penyampaian materinya dengan menggunakan ceramah dan demonstrasi (praktek), meliputi beberapa topik, yakni : 
1). Tentang Membatik, 
 2). Pengetahuan tentang Alat, Bahan, 
3). Pembuatan desain/ pola, 
4). Pemberian malam/ penyantingan, 
5). Praktek pewarnaan (pencelupan / pencoletan) 

BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Program kegiatan pembinaan ini dilaksanakan di Dusun Dero, Kepanjen, Wedomartani, Sleman, Yogyakarta.

Sasaran kegiatan penyuluhan praktek ketrampilan membatik ini melibatkan Ibu-ibu PKK, menempati lokasi di Rumah Kepala RW Kepanjen

Kegiatan penyuluhan teknik sablon tersebut dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2004 selama 8 kali pertemuan. Pelaksanaan kegiatan diadakan pada waktu sore hari pukul 14.00 hingga selesai. 

Dalam pelaksanaan kegiatan ini materi yang disampaikan disesuaikan dengan tujuan dan sasarannya, yaitu berupa ketrampilan teknik membatik yang meliputi : teori dan teknik batik tulis, demonstrasi, pemberian tugas, dan evaluasi.

Mengingat kebutuhan dan kondisi yang ada, maka dalam pelaksanaan penyuluhan ketrampilan ini lebih ditekankan pada penerapan membatik pada kain membuat lukisan dan sarung bantal, seprai, korden dll 

Pada awal pertemuan, peserta diberikan pengetahuan tentang batik, meliputi bahan, alat, cara penggunaan, dan pengolahannya baik pewarnaan sistem celup maupun sistem celup. Sehingga mereka tahu betul mengenai sifat dan karakternya masing-masing. Juga diberikan pengetahuan dan teknik pembuatan disain

Pada pertemuan ke-dua, diberikan penjelasan mengenai , teknik penyantingan baik dengan menggunakan canting maupun dengan kuas sistem block penuh dan pecah. 

Pada pertemuan ke-tiga, peserta diberi latihan menyanting dengan menggunakan kertas secara berulang-ulang

Pada pertemuan ke-empat peserta diberi kesempatan untuk latihan menyanting secara mandiri membuat karya mandiri, langsung menggunakan kain 

Pada pertemuan ke lima Peserta latihan pemberian warna baik sistem celup maupun sistem colet

Pertemuan ke enam dan seterusnya praktek mandiri dari pemberian lilin/malam, pewarnaan sampai menghilangkan malam (ngolrod). Hasil nyata dari kegiatan praktek batik tulis ini, adalah peserta mendapatkan pengetahuan teknik-teknik membatik dan praktek langsung ; pembuatan desain, penyantingan (pemberian malam), pewarnaan (celup dan colet), pembersihan malam (pelorodan). Hasil jadinya berupa lukisan batik, sarung bantal, korden, taplak meja dll. 

B. Pembahasan
Pada dasarnya selama pelatihan, mereka sangat pro-aktif dengan adanya kegiatan tersebut, dan menginginkan kegiatan yang bersifat kelanjutan. 

Di samping hasil yang dinilai positif, sebetulnya pelaksanaan kegiatan pembinaan penyuluhan tersebut masih banyak kekurangan serta hambatannya, sebagai contoh misalnya dalam hal pembuatan disain (gambar). Biasanya pada pembuatan bentuk disain ini peserta mengalami banyak kesulitan, karena untuk pembuatannya memerlukan kemampuan menggambar dan keahlian khusus bidang disain. Padahal peserta adalah para ibu-ibu dan ada juga nenek-nenek yang tidak mempunyai basis tersebut, sehingga untuk pembuatan disain yang dipraktekkan, mencontoh gambar-gambar wayang dari buku dan ada juga dibuatkan orang lain serta contoh dari tim penyuluh. Sedangkan pada teknik penyantingan, pewarnaan dan pelorodan peserta sebagian besar sudah dapat mengerjakannya. Dengan adanya kerja sama yang baik dari berbagai pihak maka hal tersebut dapat diatasi dengan baik dan berjalan lancar. 

Dari pelaksanaan kegiatan tersebut kelompok sasaran mendapat pengetahuan dan ketrampilan baru. Peserta sangat antusias dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dari awal hingga akhir. Mereka sangat responsif dan mempunyai motivasi yang tinggi untuk dapat mengerti, serta memahami proses dan teknik membatik

Faktor-faktor yang mendukung akan keberhasilan di dalam pelaksanaan kegiatan penyuluhan ini antara lain: 
1). adanya fasilitas tempat yang cukup memadai
2). semangat dan motivasi yang tinggi dari peserta di dalam mengikuti kegiatan. 
3). kekompakan dari tim, dan kerja samanya. 

Faktor-faktor penghambat di dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan ini terletak pada pengaturan jadwal kegiatannya. Juga terbatasnya dana, khusus untuk kegiatan yang bersifat praktek seperti ini banyak membutuhkan dana. Peserta yang heterogen, bermacam sifat dan kondisinya, ada yang drop-out, bekerja serabutan, dan ibu-ibu yang sulit meninggalkan bayinya, sehingga ada peserta terpaksa mengajak anaknya, tentunya mengganggu konsentrasi ibunya dan peserta lainnya. 

BAB IV
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Dari pelaksanaan kegiatan membatik dalam rangka pengabdian kepada masyarakat di Dusun Dero, Kepanjen, Wedomartani, Sleman, Yogyakarta.

secara garis besar dapat disimpulkan bahwa:
1. Peserta belum pernah mendapat pengetahuan dan materi teknik batik tulis. 
2. Peserta mempunyai motivasi tinggi, dan mereka tidak banyak mengalami kesulitan dalam praktek, kegiatan tersebut sangatlah menarik dan bermanfaat. 
3. Mendukung adanya kegiatan yang serupa di masa mendatang.

B. Saran 
Beberapa himbauan dan saran sebagai pertimbangan pelaksanaan kegiatan pengabdian pada masyarakat dimasa mendatang, yakni:
1. Perlu pengaturan jadwal kegiatan yang tepat sesuai dengan kondisi dan situasi.
2. Perlu ada peningkatan pendanaan pada setiap kegiatan yang bersifat praktek.
3. Pencairan dana bisa tepat pada waktunya, dan bisa turun sekaligus.


BAB V 
Daftar Pustaka
1. Batik-Patrnen, Naskah berupa Gambar, Koleksi Musium Pusat Jakarta. No. 1493
2. Marzuki, Jazir : Tirtaamidjaja, N ; Anderson, B.R.O.G. Batik, Pola & Tjorak-Patren & Motif. Djambatan, Jakarta.
3. Hamzuri, Batik Klasik, Djambatan, Jakarta, 1981

Pengembangan Batik Modern Melalui Pendidikan Formal

Pengembangan Batik Modern Melalui Pendidikan Formal 
Batik adalah produk kebudayaan (artefac). Dari pandangan antropologi, seperti yang diketengahkan oleh Koentjaraningrat (1980) kebudayaan dideskripsikan sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik manusia dengan belajar. Hal tersebut serupa dengan gagasan Honigmann, yang membedakan tiga gejala kebudayaan, yaitu ideas, activities dan artifacts. Batik adalah produk kebudayaan yang sinonim dengan artifacts. (Koentjaraningrat 1980, lihat Sumandiyo Hadi, 2006:18). (Mistaram, 2009 )

Kata batik berasal dari bahasa Jawa "amba" yang berarti menulis dan "nitik". Kata batik sendiri merujuk pada teknik pembuatan corak - menggunakan canting atau cap - dan pencelupan kain dengan menggunakan bahan perintang warna corak "malam" (wax) yang diaplikasikan di atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna. Dalam bahasa Inggris teknik ini dikenal dengan istilah wax-resist dyeing. Jadi kain batik adalah kain yang memiliki ragam hias atau corak yang dibuat dengan canting dan cap dengan menggunakan malam sebagai bahan perintang warna. Teknik ini hanya bisa diterapkan di atas bahan yang terbuat dari serat alami seperti katun, sutra, wol dan tidak bisa diterapkan di atas kain dengan serat buatan (polyester). Kain yang pembuatan corak dan pewarnaannya tidak menggunakan teknik ini bukan kain batik. Batik telah ditetapkan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai budaya yang berasal dari Indonesia dan merupakan kebanggaan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. 

Batik yang merupakan wujud benda budaya, memiliki nilai tradisi, baik dalam proses maupun ragam hias yang diterapkannya. Kegiatan yang mentradisi dalam proses batik yang diproduksi di lingkungan keraton dan di luar tembok keraton juga berkembang, umumnya pengerjaannya dilakukan dengan sistem tradisional. Mempunyai nilai tradisi karena pengerjaannya dilakukan dengan turun temurun dengan tidak merubah sistem. Kegiatan ini diikuti oleh masyarakat perajin batik di setiap daerah di Indonesia. ( Tim Peneliti IKIP Malang, 1990)

Namun pada era global ini, perkembangan batik khususnya batik modern menjadi semakin pesat. Baik dari segi motif yang lebih mengacu pada motif batik kontemporer dan teknik pembuatannya yang mulai memproduksi secara masal dengan mesin. Hal tersebut disebabkan oleh adanya permintaan pasar yang menghendaki adanya perkembangan dalam dunia seni batik, tidak hanya terbatas pada corak maupun warna akan tetapi juga mode, fungsi serta dalam proses produksinya. Jadi mode batik tidak hanya monoton dan tradisional seperti berupa kain jarit ataupun kemeja akan tetapi berkembang sesuai dengan perubahan jaman. Sehingga batik modern Indonesia mampu bersaing tidak hanya di pasaran dalam negeri namun juga di pasaran internasional.

Sebelum dikeluarkannya putusan dari United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) terhadap batik sebagai warisan budaya dunia, batik telah memiliki penggemar sendiri dikalangan masyarakat Indonesia. Untuk batik tradisional atau yang dikenal dengan batik tulis yang harganya relatif lebih mahal, dikarenakan dari sisi kualitas biasanya lebih bagus, mewah dan unik akan menjadi pilihan bagi masyarakat menengah ke atas sedangkan batik printing akan menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat menengah ke bawah karena harganya yang relatif lebih murah.

Data-data dari Departemen Perindustrian menunjukan bahwa pada tahun 2006 tenaga kerja pada industri TPT sebanyak 1,2 juta orang, belum termasuk industri TPT skala kecil dan rumah tangga, dengan nilai ekspor US$ 9.45 milyar dan meningkat menjadi US$ 10,03 milyar pada tahun 2007. Salah satu kendala dalam industri TPT, ialah usia permesinan yang sudah tua, rata-rata diatas 20 tahun. Dengan Program Restrukturisasi Mesin/Peralatan Industri TPT, diperkirakan pada tahun 2009 ekspor TPT bisa mencapai US$ 11,80 milyar dengan surplus sekitar US$ 5 milyar, dan penyerapan tenaga kerja langsung sebanyak 1,62 juta atau keseluruhannya 3 juta orang, sudah termasuk tenaga kerja yang tidak langsung. Industri batik pada tahun 2006 berjumlah 48.287 unit usaha tersebar di 17 propinsi, dan menyerap tenaga kerja sebanyak 792.300 orang. Sedangkan nilai produksi mencapai Rp. 2,90 triliun dan nilai ekspor US$ 110 juta. Sedang beberapa data menunjukan bahwa Jawa Tengah memberikan kontribusi ekspor sekitar 30-35% dari ekspor nasional. (Robby World. 2009)

Pengakuan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) terhadap batik sebagai warisan budaya dunia ternyata berpengaruh signifikan terhadap penjualan batik di Indonesia khususnya di Yogyakarta. Berdasarkan data Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Yogyakarta, peningkatan penjualan batik di Yogyakarta pasca pengkuan UNESCO mencapai 30 persen. Ketua Dekranasda Kota Yogyakarta, Dyah Suminar, mengatakan bahwa pasca pengakuan tersebut, batik semakin diminati oleh banyak kalangan. (Republika, 2009)

Pengakuan UNESCO terhadap batik sebagai warisan budaya Indonesia, Jumat (2/10) ternyata berbuah untung besar bagai harta karun bagi toko penjual batik. Mirota toko batik di Jl. Sulawesi Surabaya diserbu pembeli. Menurut pengakuan Hayna Honoury Supervisor Mirota, pengukuhan batik berdampak 70 persen pada penjualan Mirota. Omset batik bahkan meningkat 30-40 persen dibandingkan hari biasa. 

Dari penjelasan sebelumnya, dapat dipahami bahwa sebelum UNESCO menetapkan batik sebagai Global Cultural Herritage yang berasal dari Indonesia pada tanggal 2 Oktober 2009 lalu, tengah terjadi persengketaan antara Indonesia dan Malaysia tentang kepemilikan batik. Selain hal tersebut, terjadi pula peningkatan angka penjualan yang cukup signifikan di beberapa daerah. Dari hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa batik memiliki daya pikat tersendiri baik pada kalangan masyarakat mancanegara maupun masyarakat Indonesia sendiri. Oleh karena itu, pada seni batik modern di Indonesia harus dilestarikan serta dikembangkan dan dimulai sejak usia dini

Tujuan Penulisan
Berdasarkan pada latar belakang di atas, tujuan yang ingin dicapai pada karya ilmiah ini adalah sebagai berikut :
1) Untuk mengetahui minat masyarakat terhadap batik.
2) Untuk mengetahui perbedaan antara batik tradisional dan batik modern. 
3) Untuk mengembangkan batik Indonesia supaya menjadi commodity era global melalui lembaga pendidikan formal.

Manfaat Penulisan
Adapun penyusunan karya ilmiah ini diharapkan bisa memberikan manfaat bagi semua pihak yang terkait, adalah sebagai berikut :

1) Bagi Penulis
Penulisan karya ilmiah ini, dapat menambah wawasan penulis dalam menganalisa serta berpikiran secara kritis terhadap kejadian-kejadian yang terjadi di masyarakat, khususnya tentang perkembangan batik.

2) Bagi Lembaga
Semoga karya ilmiah ini dapat digunakan sebagai referensi tambahan mengenai apresiasi bangsa Indonesia terhadap budayanya. Karena batik merupakan budaya asli Indonesia memerlukan perhatian khusus dari masyarakat dan pemerintah

3) Bagi Pihak yang Berkepentingan
Pihak yang dimaksud dalam hal ini adalah para produsen dan konsumen batik. Sehingga karya ilmiah ini diharapkan dapat menjadi pembanding serta bahan pertimbangan dalam penyusunan karya ilmiah lain yang masih berkaitan dengan permasalahan yang dibahas dalam karya ilmiah ini. Dan diharapkan karya ilmiah ini dapat memberi wawasan tentang betapa pentingnya kepedulian terhadap budaya bangsa sendiri.

GAGASAN
Kondisi Kekinian
Pada waktu belakangan ini, industri batik mengalami perkembangan dan kemajuan. Dengan meluasnya pemasaran sampai ke luar negeri maka permintaan akan batik menjadi banyak. Jenis batik juga bertambah. Kegunaan batik juga meluas. Batik tidak lagi dipakai hanya sebagai sandang tetapi juga sebagai hiasan rumah tangga, seperti kain dinding, sarung bantal, sprei, alas meja, serbet dan lain-lainnya. Perkembangan ini mendapat pengamatan khusus dari kalangan seniman dan budayawan Indonesia. Tetapi, buku-buku yang menceritakan riwayat batik amat sedikit. Juga buku yang menerangkan proses batik dan pelajaran batik tidak banyak. Ada juga diterbitkan buku-buku tentang batik akan tetapi sangat sulit dipahami karena khusus ditujukan untuk orang-orang asing sebagai sarana promosi. Banyak orang Indonesia sendiri tidak tahu bagaimana caranya membatik. Maka banyak seniman mulai menciptakan motif-motif baru, disamping motif tradisional. Sedangkan yang menulis buku-buku tentang batik hampir tidak ada atau sedikit saja. Batik juga mendapat saingan berat dari mode-mode pakaian yang berasal dari Barat. (Candra Irawan, 1984)

Tidak hanya mode pakaian dari barat akan tetapi batik buatan China pun telah merambah di Indonesia. Dan fenomena yang terjadi adalah masyarakat lebih memilih produk luar daripada produk dalam negeri. Hal tersebut disebabkan karena harga yang mereka tawarkan jauh lebih murah daripada produk buatan Indonesia. Jadi dapat diketahui bahwa minat masyarakat lebih masyarakat Indonesia lebih dipengaruhi oleh faktor harga.

Selain itu, masyarakat juga kurang memiliki wawasan tentang batik sehingga mereka mendapat kesulitan untuk membedakan antara batik produksi luar negeri dan batik produksi dalam negeri, baik yang tradisional maupun modern.

Pengertian tradisional menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah sikap dan cara berpikir serta bertindak yang selalu berpegang teguh pada norma dan adat kebiasaan yang ada secara turun-temurun.( Anton M. Moeliono, 1988)

Karakteristik batik tradisional yaitu batik tulis antara lain sebagai berikut:
1) Pembuatan batik menggunakan canting yaitu alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk bisa menampung malam (lilin batik) dengan memiliki ujung berupa saluran/pipa kecil untuk keluarnya malam dalam membentuk gambar awal pada permukaan kain.

2) Bentuk gambar/desain pada batik tulis tidak ada pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak bisa lebih luwes dengan ukuran garis motif yang relatif bisa lebih kecil dibandingkan dengan batik cap.

3) Gambar motif batik tulis bisa dilihat pada kedua sisi kain nampak lebih rata (tembus bolak-balik) khusus bagi batik tulis yang halus.

4) Warna dasar kain biasanya lebih muda dibandingkan dengan warna pada goresan motif batik tulis (batik tulis putihan/tembokan).

5) Setiap potongan gambar (ragam hias) yang diulang pada lembar kain biasanya tidak akan pernah sama bentuk dan ukurannya. Berbeda dengan batik cap yang kemungkinannya bisa sama persis antara gambar yang satu dengan gambar lainnya.

6) Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan batik tulis relatif lebih lama (2 atau 3 kali lebih lama) dibandingkan dengan pembuatan batik cap. Pengerjaan batik tulis yang halus bisa memakan waktu 3 hingga 6 bulan lamanya.

7) Alat kerja berupa canting harganya relatif lebih murah.

8) Harga jual batik tulis relatif lebih mahal, dikarenakan dari sisi kualitas biasanya lebih bagus, mewah dan unik. (Artikel Indonesia, 2010)

Walaupun dalam kondisi tradisional, dimungkinkan pula adanya perkembangan, baik dalam motif maupun bahan pewarnaanya. Hal tersebut juga memiliki pengaruh di luar fungsi utamanya. Hal ini dikuatkan oleh Soedarso SP, sebagai berikut : "........., seni batik juga tidak lagi terkungkung oleh motif-motif parang atau semen, melainkan bergerak begitu jauh menjadi seni lukis batik, dengan tidak tanpa korban pula. Kalau di masa lalu setiap gadis yang baik di masyarakat dapat membatik, maka apabila berikutnya menjadi seni lukis batik tidak mungkin lagi syarat tersebut dikenakan pada setiap orang. Walaupun saat ini batik tradisional masih juga ada toh tidak semua gadis yang baik mampu melaksanakankarena mereka tidak dipaksa untuk itu. Pabrik batik dan batik pun bukan satu-satunya bahan pakaian untuk mereka. (Soedarso, SP, MA, 1984: 5)

Dari uraian diatas, memberikan arahan bahwa batik tradisionalpun mengalami perkembangan yang disebabkan oleh beberapa faktor. Faktor kebutuhan, faktor kegunaan praktis mempunyai andil dalam perkembangan batik tradisional. Faktor lain yang mempengaruhi perkembangan batik tradisi adalah lingkungan dan kondisi geografisnya. ( Tim Peneliti IKIP Malang, 1990)

Secara garis besar istilah modern mencakup pengertian berikut :
1) Modern berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan meningkatnya taraf penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata.

2) Modern berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup dalam masyarakat. (Ayuna Kusuma. 2009)

Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata modern merupakan kata sifat yang berarti terkini, mutakhir, terbaru; kata benda yang berarti sikap dan cara berpikir yang sejalan dengan kondisi (tuntutan) jaman.

Mungkin selama ini masyarakat masih rancu dengan apa yang disebut dengan batik modern. Quintanova, salah satu pengamat batik sekaligus panitia Solo Batik Carnival (SBC) 2 menjelaskan istilah modern dalam konteks batik yang dapat dilihat dari beberapa segi. Pertama, modern dalam arti motif dan kedua, modern dalam teknis pembuatan. Contoh modernisasi motif diantaranya memadukan dua motif batik dalam satu kain. Misalnya perpaduan antara lereng dengan kawung menjadi motif lereng-kawung. Batik kontemporer bahkan mengaplikasikan motif-motif modern atau bahkan abstrak dalam kain yang diproses dengan teknis pembuatan batik. Modern yang kedua adalah dalam hal teknis. Batik printing adalah salah satu bentuk modernisasi teknis pembuatan batik. Namun, istilah batik printing yang dikenal masyarakat sebenarnya bukan termasuk batik karena tidak melalui tahapan pembuatan batik. Proses pembuatan batik secara singkat harus melalui beberapa tahap diantaranya penggambaran motif, pelapisan dengan malam, pewarnaan, dan terakhir proses lorot (penghilangan malam). Tanpa proses tersebut sebuah kain tidak bisa dikatakan batik tetapi hanya tekstil yang bermotif batik. 

Daerah yang terkenal akan batik modern dengan motif kontemporer adalah daerah Pekalongan. Pada daerah ini telah memiliki beberapa teknik pembuatan batik secara modern. Pengelompokan batik Pekalongan berdasarkan metode pembuatannya adalah sebagai berikut :

1) Batik tulis
yaitu batik yang motifnya dibentuk dengan tangan, yaitu digambar dengan pensil dan canting untuk penutup atau pelindung terhadap zat warna (lihat cara membuat batik tulis).

2) Batik cap
yaitu batik yang pembuatan motifnya menggunakan stempel. Cap ini biasanya terbuat dari tembaga yang telah digambar pola dan dibubuhi malam (cairan lilin panas).

3) Batik sablon
yaitu batik yang motifnya dicetak dengan klise atau hand print.

4) Batik painting
yaitu batik yang dibuat tanpa pola, tetapi langsung meramu warna di atas kain.

5) Batik printing
yaitu batik yang penggambarannya menggunakan mesin. Jenis batik ini dapat diproduksi dalam jumlah besar karena menggunakan mesin modern. Kemunculan batik printing dipertanyakan oleh beberapa seniman dan pengrajin batik karena dianggap merusak tatanan dalam seni batik, sehingga mereka lebih suka menyebutnya kain bermotif batik. (Batikmarkets, 2010)

Pada awalnya, seni batik yang berkembang di Indonesia adalah seni batik tradisional yaitu seni batik yang teknik pembuatannya dilakukan dengan teknik tulis yang dilakukan secara manual dengan tangan serta motifnya mengutamakan nilai simbol atau filosofi. Namun, seiring dengan kemajuan jaman pada era global ini, seni batik di Indonesia telah mengalami banyak perkembangan, baik yang meliputi perkembangan motif, perubahan mode pakaian ataupun fungsi dari kain batik itu sendiri hingga teknik pembuatannya yang semakin berkembang. Batik yang berkembang dengan pesat era ini adalah batik dengan motif kontemporer yang lebih mengutamakan nilai artistik daripada filosofinya. 

Solusi yang Pernah Ditawarkan Sebelumnya
Upaya untuk meningkatkan seni batik Indonesia supaya menjadi commodity era global yang telah dilakukan, antara lain sebagai berikut :
1) Pada tanggal 1 Oktober 2009, 2500 jenis batik telah terdaftar di daftar Representatif Budaya Tak Benda Warisan Manusia oleh UNESCO.
2) Menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai hari Batik Nasional.
3) Adanya hari wajib berbaju batik bagi para pegawai pemerintah maupun para pendidik. Selain itu, terdapat beberapa sekolah yang menjadikan batik sebagai salah satu seragam khas, seperti SMK Negeri 5 kota Malang.
4) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Yogyakarta merencanakan untuk mengembangkan wilayah yang sudah terkenal sebagai tempat produksi batik sebagai tempat untuk belajar batik di kota Yogyakarta, salah satunya adalah Kampung Taman di Kecamatan Kraton.
5) Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta berniat mengembangkan wisata batik pada 2010, menyusul pengakuan Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan PBB (UNESCO) terhadap batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. Rencana awal yang akan dilakukan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk mengembangkan pariwisata minat khusus tersebut adalah mengembangkan wilayah yang sudah terkenal sebagai tempat produksi batik di Kota Yogyakarta. Salah satunya adalah Kampung Taman di Kecamatan Kraton. 
6) Pasar Beringharjo sebagai pusat penjualan batik juga akan terus dikembangkan sebagai bagian dari wisata batik di Yogyakarta oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Yogyakarta.
7) Ketua Umum Paguyuban Pecinta batik Indonesia (PPBI), Larasati Sulianti Sulaiman mengusulkan perlunya dilakukan regenerasi perajin batik.
8) Diadakannya pemeran-pameran budaya asli Indonesia baik di dalam maupun luar negeri supaya tidak hanya masyarakat Indonesia mengenal budayanya sendiri tetapi bangsa lain juga mengenal budaya Indonesia, termasuk batik.
9) Membukukan kebudayaan-kebudayaan yang ada di Indonesia supaya mudah untuk dipelajari. Seperti Laporan Penelitian Fundamental yang berjudul Fungsi, Makna Estetik dan Simbolik Ragam Hias Batik Pesisiran oleh Drs. Mistaram, M.Pd. ; Drs Pujiyanto, M. Sn. : Dra. Tjitjik Sriwardani, M.Pd.
10) Pemberian materi-materi muatan lokal yang ditambahkan pada jam luar sekolah pada tingkat SD, SMP maupun SMA karena semakin awal generasi muda mengenal budayanya, maka budaya tersebut akan memiliki akar yang kuat. Seperti di SMA Negeri 2 Genteng kabupaten Banyuwangi, SMA Negeri 1 Turen dan SMA Negeri 1 Kepanjen kabupaten Malang.

Perbaikan setelah Gagasan 
Dengan adanya sosialisasi tentang batik, masyarakat Indonesia diharapkan dapat mengenal lebih jauh, baik tentang jenis, motif, daerah asalnya hingga cara pembuatannya. Karena ratusan motif batik di Indonesia telah mendapatkan hak patennya. Dengan adanya hal tersebut, masyarakat Indonesia mampu memberikan apresiasinya terhadap seni batik dan lebih memilih produk Indonesia. Oleh karena itu, usaha untuk menjadikan batik sebagai commodity era global melalui lembaga pendidikan formal dimulai dari masyarakat Indonesia terlebih dahulu dan masyarakat dunia akan mengikuti selanjutnya. Akan tetapi, hal ini tidak bisa terwujud tanpa adanya kerjasama dari berbagai pihak baik dari pihak masyarakat maupun pemerintah.

Batik adalah produk kekayaan local (local genius). Sebagai produk kearifan local dan keberadaannya di daerah pada umumnya dikenali oleh masyarakat. Mereka mengenalnya ada batik di lingkungannya. Namun secara rinci dan makna yang terkandung di dalamnya pada umumnya tidak dikenali masyarakat sekitarnya. (Mistaram dkk, 2008 : 165) 

Pihak- Pihak yang Membantu Mengimplementasikan Gagasan 
Dalam hal ini, pihak-pihak yang dimaksud adalah pemerintah daerah, antara lain sebagai berikut :

1) Dinas Perindustrian dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan
Dalam hal ini, instansi-instansi tersebut membantu dalam memberikan pelatihan dan penyuluhan dalam rangka peningkatan produksi batik mulai dari pemilihan bahan hingga proses pembuatannya.

2) Dinas Pendidikan
Dalam upaya mengembangkan batik modern melalui lembaga pendidikan formal, dinas pendidikan akan memberikan bantuan yang terbesar. Karena melalui lembaga-lembaga sekolah utamanya adalah di taman kanak-kanak, lembaga ini dapat memberikan bantuan untuk menciptakan suasana kondusif dalam pembelajaran batik baik berupa bantuan materiil maupun moril. 

Langkah-Langkah Strategis yang Dilakukan 
Langkah-langkah untuk mengimplementasikan gagasan untuk mengembangkan batik moden melalui lembaga pendidikan formal, yaitu dengan :
1) Meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui penyuluhan dan pelatihan batik yang meliputi bidang pengembangan motif, kualitas (warna dan bahan), produksi dan pemasaran.
2) Sosialisasi tentang batik melalui beberapa metode yang telah disesuaikan dengan kondisi saat ini, yaitu :
a. Mengadakan lomba-lomba “Ajang Kreativitas Seni Batik Modern” dari tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengan atas (SMA) hingga tingkat mahasiswa.
b. Upaya untuk meningkatkan seni batik Indonesia supaya menjadi commodity era global melalui lembaga pendidikan, khususnya pada anak usia dini yang berada pada bangku Taman Kanak-Kanak. Hal ini dilakukan sebagai salah satu wujud sosialisasi kepada masyarakat yang dimulai dari anak-anak. Dengan adanya pendidikan batik pada anak-anak menunjukkan bahwa batik bukan hanya milik orang dewasa akan tetapi batik juga dimiliki serta diminati oleh anak-anak. Melalui media pembelajaran pendidikan formal pada anak usia dini yaitu pendidikan melalui Taman Kanak-Kanak (TK) yang penerapannya pada belajar mewarnai gambar atau pola batik. Dalam hal ini proses pembelajaran pewarnaan batik dilaksanakan semirip mungkin dengan proses pewarnaan yang sebenarnya tanpa mengacuhkan standar keamanan bagi anak-anak. Oleh karena itu, bahan pewarna akan terbuat dari percampuran lem putih dan pewarna makanan walaupun hasil akhirnya akan mudah rusak jika terkena air. Dan pembelajaran ini dapat dikembangkan dan diterapkan pada tingkat sekolah lanjut, mulai dari sekolah dasar hingga mahasiswa. 

KESIMPULAN
Gagasan yang Diajukan
Upaya untuk meningkatkan seni batik Indonesia supaya menjadi commodity era global melalui lembaga pendidikan, khususnya pada anak usia dini yang berada pada bangku Taman Kanak-Kanak. Hal ini dilakukan sebagai salah satu wujud sosialisasi kepada masyarakat yang dimulai dari anak-anak.

Melalui media pembelajaran pendidikan formal pada anak usia dini yaitu pendidikan melalui Taman Kanak-Kanak (TK) yang penerapannya pada belajar mewarnai gambar atau pola batik. Dalam hal ini proses pembelajaran pewarnaan batik dilaksanakan semirip mungkin dengan proses pewarnaan yang sebenarnya tanpa mengacuhkan standar keamanan bagi anak-anak.

Teknik Implementasi yang Akan Dilakukan
Teknik implementasi yang dapat dilakukan untuk mewujudkan gagasan adalah sebagai berikut :
1) Mengadakan lomba-lomba “Ajang Kreativitas Seni Batik Modern” .
2) Bekerja sama dengan Dinas Perindustrian serta Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam upaya pengadaan sosialisasi.
3) Adanya sosialisasi batik melalui pendidikan formal khususnya pada anak usia dini. 

Prediksi Hasil yang akan Diperoleh 
Prediksi hasil yang akan diperoleh setelah gagasan diterapkan adalah sebagai berikut :
1) Kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam produksi batik semakin meningkat sehingga kualitas dan kuantitas batik meningkat.
2) Adanya regenerasi perajin batik dapat menjadi salah satu upaya untuk melestarikan batik tradisional (khususnya batik tulis) disamping adanya perkembangan batik kontemporer.
3) Meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap batik, khususnya gererasi muda.

Dari kesimpulan tersebut, penulis menyarankan supaya masyarakat Indonesia mampu menghargai kebudayaannya serta melestarikannya. Tidak hanya untuk batik saja, melainkan untuk semua kebudayaan yang ada. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya yaitu dengan menjaga budaya Indonesia. 

DAFTAR PUSTAKA
Agustin, Risa, S. Pd. 2009a. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Surabaya : Serba Jaya.

Ant. 2002. Batik. http:// id.wikipedia.org/wiki/batik.html [6 Oktober 2009].

Artikel Indonesia. 2010a. Karakteristik Batik Tulis. http://www.artikelindonesia.co.id/batik\karakteristik-batik-tulis.

Batik markets. 2010b. Cara Membuat Batik. http://www.batikmarkets.com/cara_membuat_batik.html.

Bellamy, Robby. 2009b. Batik dalam Tradisi Baru Menghadapi Arus Budaya Global. http://robby-bellamy.blogspot.com/2009/12/batik-dalam-tradisi-baru-menghadapi.html. [18 Pebruari 2010]

BS. 2009c. Modernisasi. http://www.e-dukasi.net/modernisasi.html [11 Oktober 2009].

Irawan, Candra. 1984. Batik dan Membatik. Jakarta : CV. Akadoma.

Kusuma, Ayuna. 2009d. Pengertian Modernisasi. http://ayuna.cybermq.com/ pengertian-modernisasi.html [17 Mei 2009].

M. Moeliono, Anton. 1988. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka.

Mistaram. 1994. Batik, Perkembangannya dan Seni Lukis Batik. Malang : Proyek OPF IKIP Malang.

Mistaram, dkk. 2008. Laporan Penelitian Fundamental : Fungsi, Makna, Estetik dan Simbolik Ragam Hias batik Pesisiran. Malang : Fakultas .Sastra Universitas Negeri Malang

Mistaram. 2009e. Jurnal Media, Seni dan Desain : Revitalisasi dan Eksistensi Batik Malangan. Malang : Universitas Negeri Malang.

Republika. 2009f. Pasca Pengakuan UNESCO Penjualan Batik Yogya Naik 30 Persen. http://www.republika.co.id/batik/pasca-pengakuan-unesco-penjualan-batik-yogya-naik-30-persen.html.

Tim Dosen ISD. 1988. Ilmu Sosial Dasar. Malang : IKIP Malang.

Tim Peneliti IKIP Malang. 1990. Ragam Hias Seni Batik Madura. Malang : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Institut Keguruan dan Ilmu pendidikan Malang, Pusat penelitian.

Universitas Pendidikan Indonesia. 2010c. Pengertian Batik Modern. http://forum.upi.edu/pengertian-batik-modern.

Pengertian Dan Manfaat Musik Dan Psikologi

Pengertian Dan Manfaat Musik Dan Psikologi 
A. Gambaran Umum 
Musik merupakan seni yang melukiskan pemikiran dan perasaan manusia lewat keindahan suara. Sebagaimana manusia menggunakan kata-kata untuk mentransfer suatu konsep, ia juga menggunakan komposisi suara untuk mengungkapkan perasaan batinnya. Seperti halnya ragam seni lain, musik merupakan refleksi perasaan suatu individu atau masyarakat. Musik merupakan hasil dari cipta dan rasa manusia atas kehidupan dan dunianya. 

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala jiwa manusia. Lalu, apa hubungannya msuik dengan psikologi manusia? dan seberapa penting peran musik dalam perkembangan psikologi manusia?

B. Musik dalam memengaruhi kesehatan mental
Musik bisa menjadi kekuatan positif bagi kesehatan mental, menenangkan, santai dan menjadi stimulan bagi pengembangan intelektual dan kognitif. Hal ini berlaku untuk orang dewasa, remaja, dan anak-anak. Musik dapat mempengaruhi emosi kita, musik dapat membuat “saluran” dalam pikiran kita, pola berpikir. Musik dapat menyampaikan gagasan dan ideologi, secara kuat dan emosional menyampaikan cara hidup. Anak-anak, remaja dan bahkan bayi secara potensial mendapatkan manfaat dari mendengarkan musik, karena musik bisa menjadi stimulan untuk pengembangan intelektual dan kognitif. Musik dapat memiliki pengaruh yang menenangkan. Susunan genetik kita memiliki bantalan dalam cara otak memproses musik. Bagi sebagian yang lain kita menyerap setiap catatan, setiap emosi, dan itu menjadi bagian dalam dari profil psikologi kita. Sejak anak muda, dan sekarang, anak-anak, sering mendengarkan musik berjam-jam setiap hari dari berbagai sumber, hal ini membantu menjelaskan dampak bahwa musik mungkin memiliki andil dalam hal kesehatan mental anak-anak dan gangguan mood remaja.

C. Manfaat Pendidikan Musik
Pendidikan musik untuk anak-anak yang berpengaruh pada perkembangan kecerdasan adalah pelatihan musik. Kemampuan siswa pada pelajaran secara signifikan dipengaruhi oleh pelatihan musik. Alasan mengapa perlu adanya pendidikan musik untuk anak ialah dapat membantu anak terhubung dengan orang lain, mengajarkan cara belajar yang konstan, membentuk ekspresi yang terbaik, mengajarkan disiplin, mendorong kreativitas, membantu anak bersosialisasi, meningkatkan kemampuan otak anak, daya ingat, kepercayaan diri,dan kesabaran. Dari berbagai penelitian tentang manfaat pendidikan musik, berikut tiga hasil penelitian yang terbaik :

Sebuah studi menganalisa siswa dari sosial ekonomi yang rendah yang mengambil pelajaran musik kelas 8-12, dibandingkan dengan siswa yang tidak belajar musik. Hasil penelitian sangat menakjubkan bahwa siswa dengan pelajaran musik dapat meningkatkan nilai matematika mereka secara signifikan dibanding yang tidak belajar musik. Pelajaran Membaca, Sejarah, dan Geografi dan bahkan kemampuan sosial juga meningkat sebesar 40 persen. Dia adalah Tatiana Bandurina, penulis Voices of Our Children: Stories of Music Education.

Abstrak dari Abigail Connors, spesialis musik anak-anak dan penulis 101 Rhythm Instrument Activities for Young Children.“Dengarkan suara nyanyian, tertawa, melompat, menginjak dan bertepuk tangan, dan meriah gemerincing lonceng. Dengarkan anak-anak membuat musik, dan sangat mudah untuk mendengar mereka sedang bersenang-senang dan ada banyak sekali dari pembelajaran dan pertumbuhan yang terjadi.”

D. Jenis musik yang digunakan untuk terapi
Musik bertema trance adalah jenis musik yang mengandung ungkapan rasa ceria yang luar biasa. Jenis musik semacam itu cocok untuk menyembuhkan orang yang mengalami tekanan mental atau stress.

Musik yang berirama melow dan melankolis merupakan jenis musik yang menyayat perasaan. Musik semacam itu bisa menurunkan asupan sejumlah komposisi kimia dalam otak.

Musik bertema melankolis dalam kondisi normal bisa mengurangi rasa sakit dan nyeri. Sementara jika didengar di saat sedih, bisa mempermudah bagi seseorang untuk menahan rasa duka.

Musik bertema semangat merupakan jenis musik yang bisa membangkitkan reaksi kuat dan cepat yang disertai dengan tanggapan fisiologis. Jenis musik ini sangat diminati kalangan muda. Jika dimanfaatkan secara tepat, jenis musik ini bisa berdampak positif dan meningkatkan semangat.

Musik yang bernada ceria dengan sentuhan irama yang menenangkan. Musik seperti ini bisa meningkatkan gairah hidup dan memunculkan perasaan positif, sehingga bisa meningkatkan daya kerja. Jenis musik ini juga sangat bermanfaat untuk membangkitkan semangat dan keceriaan di kalangan anak-anak ataupun remaja.

Musik relaksasi. Musik ini bernuansa lembut, monoton, dan datar. Kelembutan musiknya itu bisa menenangkan perasaan dan emosi manusia. Musik jenis ini dimanfaatkan untuk meningkatkan konsentrasi dan menyeimbangkan emosi

E. Dampak musik bagi manusia
Dampak positif :
Dari berbagai penelitian yang telah dilakukan, dunia kedokteran serta psikologi membuktikan bahwa musik bisa dijadikan terapi dan berpengaruh dalam mengembangkan imajinasi dan pikiran kreatif. Musik juga mempengaruhi sistem imun, sistem saraf, sistem endokrin, sistem pernafasan, sistem metabolik, sistem kardiovaskuler dan beberapa sistem lainnya dalam tubuh. Dari berbagai penelitian ilmiah tersebut, dinyatakan bahwa musik dapat digunakan untuk membantu penyembuhan beberapa penyakit seperti insomnia, stress, depresi, rasa nyeri, hipertensi, obesitas, parkinson, epilepsi, kelumpuhan, aritmia, kanker, psikosomatis, mengurangi rasa nyeri saat melahirkan, dan rasa nyeri lainnya.

Dampak negatif :
Dampak negatif yang pertama yaitu, mendengarkan musik terlalu keras. Musik bisa mengisolasi pendengarnya dari khalayak ramai. Ketika mengemudi, orang-orang biasanya mendengarkan musik untuk mengurangi kebisingan terhadap situasi sekitar. Akhirnya mereka pun mengencangkan volume untuk menghadang suara dari luar.ini sangat tidak baik, karena jika suara yang masuk telah mencapai batas kebisingan, maka dapat merusak telinga secara permanen

Kedua yaitu, peneliti David A. Noebel menemukan bahwa ritme musik rock dapat mengganggu kadar insulin dan kalsium dalam tubuh. Sumber makanan otak kita didapat dari gula dalam darah, namun bila darah lebih banyak dialirkan ke organ lainnya, maka otak akan kekurangan gula. Dengan demikian daya pikir dan pertimbangan moral juga menjadi tumpul. 

Ketiga, tak jarang terdengar anak kecil mencoba melantunkan lagu-lagu cinta orang dewasa. Padahal, tak sedikit lagu cinta orang dewasa berisi lirik-lirik yang menyinggung seksualitas. Seperti diketahui, usia anak-anak adalah usia terbaik untuk menyerap informasi. Lagu-lagu dan lirik di dalamnya bisa dengan mudah terserap oleh anak dan dianggap sebagai pengetahuan.

Keempat, kebiasaan tidur sambil mendengarkan musik menurut sebagian orang kondisi seperti itu membuat mereka menjadi lebih cepat tertidur. Tetapi pada kenyataannya setelah terbangun mereka merasa lebih tegang (stress). Pada saat kita tidur sebetulnya otak tidak pernah tidur. Otak selalu menjalankan aktivitasnya walaupun tidak sesibuk seperti di saat bangun, yaitu menjalankan sistem metabolisme tubuh. Pada malam hari, disaat badan kita istirahat otak juga perlu menurunkan kinerjanya, tapi jika kita mendengarkan musik otomatis otakpun bekerja lebih lagi untuk menangkap suara-suara itu ke otak.

F. Pengaruh musik terhadap perkembangan kognitif dan kecerdasan emosi
Gallahue, (1998) mengatakan, kemampuan-kemampuan seperti sinkronis, ritme, visual, urutan dalam pergerakan, makin dioptimalkan melalui stimulasi dengan memperdengarkan musik klasik. ketukan, melodi, dan harmoni dari musik klasik dapat merupakan stimulasi untuk meningkatkan kemampuan belajar anak. Melalui musik klasik anak mudah menangkap hubungan antara waktu, jarak dan urutan (rangkaian) yang merupakan keterampilan yang dibutuhkan untuk kecakapan dalam logika berpikir, matematika dan penyelesaian masalah

Musik berhasil merangsang pola pikir dan menjadi jembatan bagi pemikiran-pemikiran yang lebih kompleks. Didukung pula oleh Martin Gardiner (1996) dalam Goleman (1995) dari hasil penelitiannya mengatakan seni dan musik dapat membuat para siswa lebih pintar, musik dapat membantu otak berfokus pada hal lain yang dipelajari. Jadi, ada hubungan logis antara musik dan matematika, karena keduanya menyangkut skala yang naik turun, yaitu ketukan dalam musik dan angka dalam matematika. 

Daryono Sutoyo, Guru Besar Biologi UNS Solo, melakukan penelitian (1981) tentang kontribusi musik yaitu menstimulasi otak, mengatakan bawha pendidikan kesenian penting diajarkan mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) agar peserta didik sejak dini memperoleh stimulasi yang seimbang antara belahan otak kiri dan belahan otak kanannya. Bila mereka mampu menggunakan fungsi kedua belahan otaknya secara seimbang, maka apabila mereka dewasa akan menjadi manusia yang berpikir logis dan intutif, sekaligus cerdas, kreatif, jujur, dan tajam perasaannya.

Pengertian Keindahan Menurut Para Ahli

Pengertian Keindahan Menurut Para Ahli
Ada banyak batasan yang diberikan pada kita, yang sanipai sekarang belum ada kata sepakat tentang definisi keindahan yang obyektif. Mengenai batasan keindahan pada umumnya dapat digolongkan pada 2 kelompok, yaitu:
(a). Definisi-definisi yang bertumpu pada obyek (keindahan yang obyektif )
(b). Definisi-definisi yang bertumpu pada subyck (keindahan yang subycktif).

Atas dasar kcdua pokok penilaian itu, keindahan dapat ditinjau dan makna yang obycktif dan juga dan segi yang subyektif.

Yang disebut keindahan obyektif ialah keindahan yang memang ada pada obyeknya, yang diharuskan menerima sebagaimana mestinya. Sedangkan yang disebut keindahan subyektif, adalah keindahan yang biasanya ditinjau dan segi subyck yang diharuskan mcnghayatinya. Dalam ha! mi keindahan adalah segala sesuatu yang dapat mcnimbulkan rasa senang pada din si penghayat tanpa diiringi keinginan-keinginan terhadap segala sesuatu yang praktis untuk kebutuhan-kebutuhan pribadi.

Menurut Hebert Read : Jadi keindahan itu adalah sesuatu kesatuan hubungan-hubungan yang formal daripada pcngamatan yang dapat menimbulkan rasa senang (Beauty is unity of format relation among our sence perceptions). Atau keindahan itu merangsang timbulnya rasa senang tanpa pamrih pada subyck yang melihatnya, dan bertumpu kepada ciri-ciri yang terdapat pada obyek yang sesuai dengan rasa senang itu.

Batasan keindahan yang dikemukakan oleh Hebert Read tersebut di atas, dikatakan yang paling mendekati kebenaran. Tetapi apabila kita telah lebih dalam, batasan Hebert Read itu terlalu ditentukan oleh subyck dan dianggap sebagai perpaduan unsur-unsur pengamatan. Jadi batasan Hebert Read itu sifatnya terlalu sensual (jasmaniah), kurang ditinjau dan segi obyek yang diamati yang memiliki keindahan itu. Keindahan itu tidak hanya merupakan pcrpaduan dan peng amatan panca indera semata-mata, tetapi lebih daripada visual melulu, lebih dalam lagi, juga merupakan pcrpaduan pengamatan batiniah. Pengertian keindahan tidak hanya terbatas pada kenikmatan penglihatan saja, tetapi juga termasuk kenikmatan spiritual.

Berdasarkan pandangan tersebut di atas, maka kita dapatkan batasan keindahan yang bermacam-macam, sebanyak para ahli yang memberi batasan itu. Di bawah ini dikemukakan beberapa diantaranya adalah:
1. Menurut Leo Tolstoy (Rusia) > Dalam bahasa Rusia tcrdapat istilah yang serupa dengan keindahan yaitu “krasota”, artinya that wich pleases the sigh atau suatu yang mendatangkan rasa yang menyenangkan bagi yang melihat dengan mata. Bangsa Rusia tidak punya pengertian keindahan untuk musik. Bagi bangsa Rusia yang indah hanya yang dapat dilihat mata (Leo Tolstoy). Jadi menurut Leo Tolstoy, keindahan itu adalah sesuatu yang mendatangkan rasa menyenangkan bagi yang melihat.

2. Menurut Alexander Baurngarten (Jerman).> Keindahan itu dipandang scbagai kcseluruhan yang mcrupakan susunan yang teratur daripada bagian-bagian, yang bagian-bagian itu crat hubungannya satu dengan yang lain, juga dengan keselunuhan. (Beauty is on of parts in their manual relations and in their relations to the whole).

3. Menurut Sulzer.> Yang indah iu hanyalah yang baik. Jika bcluni haik, ciptaan itu bclum indah. Keindahan hartis dapat memupuk pcrasaan moral. Jadi ciptaan amoral adalah tidak indah, karena tidak dapat digunakan untuk memupuk moral.

4. Menurut Winchelman.> Keindahan itu dapat terlepas sama sekali daripada kebaikan.

5. Menurut Shaftesbury (Jerman).> Yang indah itu adalah yang memiliki proporsi yang harmonis. Karena yang proporsinya harmonis itu nyata, maka keindahan itu dapat disamakan de-ngan kebaikan. Yang indah adalah yang nyata dan yang nyata adalah yang baik.

6. Menurut Humo (Inggris).> Keindahan adalah sesuatu yang dapat mendatangkan rasa senang.

7. Menurut Hemsterhuis (Belanda) >Yang indah adalah yang paling banyak mendatangkan rasa senang dan itu adalah yang dalam waktu sesingkat-singkatnya paling banyak mcmberikan pengamatan-pengamatan yang mcnycnangkan itu.

8. Menurut Emmanuel Kant.> Meninjau keindahan dan 2 segi. Pertama dan segi arti yang sub ycktif dan kedua dan segi arti yang obyektif.
(a). Yang subyektif.
Keindahan adalah sesuatu yang tanpa dircnungkan dan tanpa sangkut paut dengan kegunaan praktis, tetapi mendatangkan rasa senang pada si penghayat.

(b). Yang obyektif.
Keserasian dan suatu obyek terhadap tujuan yang dikandungnya, scjauh obyek ini tidak ditinjau dan segi gunanya.

9. Menurut at – Ghazzali.> Keindahan sesuatu benda terletak di dalam perwujudan dan kcscmpurnaan, yang dapat dikenali kembali dan sesuai dengan sifat bcnda itu. Bagi setiap benda tcntu ada pcrfcksi yang karakteristik, yang berlawanan dengan itu dapat dalam keadaan-keadaan tertenlu mcnggan tikan perfeksi karakteristik dari benda lain. Apabila semua sifat-sifat yang mungkin terdapat di dalam sebuah benda itu merupakan representasi keindahan yang bernilai paling tinggi; apabila hanya sebagian yang ada, maka benda itu mempunyai nilai keindahan sebanding dengan nilai-nilai keindahan yang terdapat di dalamnya.

Misalnya sebuah karangan (tulisan) yang paling indah ialah yang mempunyai semua sifat- sifat perfeksi yang khas bagi karangan (tulisan), seperti keharmonisan huruf-huruf, hubung an arti yang tcpat satu sama lainnya, pelanjutan dan spasi yang tepat dan susunan yang mcnyenangkan.

Di samping lima rasa (alat) untuk mengemukakan keindahan di alas, al Ghazzali juga menambahkan rasa keenam, yang disebutnya dengan ‘ (ruh, yang disebut juga sebagai “spirit”, “jantung “pemikiran”, “cahaya”), yang dapat merasakan keindahan dalam dunia yang lebih dalam (inner world) yaitu nilai-nilai spiritual, moral dan agama.

Dari batasan tersebut di atas, keindahan sebagai pengertian mem punyai arti yang relatif berdasarkan subyeknya. Oleh karena keindahan itu relatif, maka sebaiknya meninjau seni (anpa sangkutnya dengan keindahan.

ESTETIKA (TEORI TENTANG KEINDAHAN DAN SENI)
Manusia memiliki sensibilitas esthetis, karena itu manusia tak dapat dilepaskan dan keindahan. Manusia membutuhkan keindahan dalam kcsempurnaan (keutuhan) pribadinya. Tanpa estetika mi, kemanusiaan tidak lagi mempunyai perasaan dan semua kehidupan akan menjadi steril. Dcmikian cratnya kehidupan manusia dengan keindahan, maka banyak para ahli/ccndckiawan mengadakan studi khusus tentang keindahan.

Teori tentang keindahan dan seni dikembangkan dan pengertian “estetika”. Aslinya estetika berarti ‘ tentang ilmu penginderaan” yang sesuai dengan pengertian etiinologisnya. Tetapi kemudian diberi pengertian yang dapat ditenima lebih luas ialah teori tentang keindahan dan seni”.

Filosof yang pertama memperlakukan estetika sebagai suatu bidang studi khusus ialah Baumgarten (1735). Baumgarten mengkhususkan penggunaan istilah ‘estetika” untuk teori tentang keindahan artistik, karena ia berpendapat seni sebagai pengetahuan perseptif perasaan yang khusus. Tetapi filosof lain yaitu Kant tidak sependapat, sehingga ia tidak pernah menggunakan istilah estetika dalam memperbincangkan teori tentang kein dahan dan seni.

Aristoteles menggunakan istilali “puitik dan ‘ untuk teori keindahan artistik, yang oleh Baumgarten dijadikan bagian khusus dan estetika.Dahulu estetika dianggap sebagai suatu cabang filsafat, sehingga memiliki atau diberi pengertian sebagai sinonim dan ‘filsafat seni. Tetapi sejak akhir abad 19, lebih-lebih akhir- akhir ini ada suatu gejala yang menekankan sifat-sifat imperis, oleh karena itu menganggap sebagai “ilmu pengetahuan tentang seni”.

Dalam sejarah peradaban manusia, perhatian pada estetika demikian menonjOl dan berpengarUh langsung atau tidak langsung memprakarsai aspek-aspek kehidupan intelcktual dan spiritual dalam masyarakat. Bangsa Yunani kuno telah menyadari betapa pentingnya anti keindahan dan seni dalam konsep hidup manusia. Dan bangsa Timur (termasuk Indonesia) bahkan lebih tinggi mcnempatkan penhingnya keindahan dan seni dalam konsep hidupnya. hasil-hasil karya seniman timur, merupakan penampilan ekspresi tertinggi tentang kebutuhan spiritual ini. Bangsa bangsa Timur seperti halnya Plato melihat adanya hubungan harmonis an tara seni dan keindahan. Bangsa Indonesia telah mempcnlihatkan hal mi sejak sebelum kedatangan orang-orang Hindhu di Indonesia. Menurut Prof. H. Muhammad Yamin yang dikemukakan dalam bukunya 6000 tahun Sang Merah Putih”, yang dikutip dan pendapat Kern, bahwa bangsa Indonesia sebelum datangnya orang-orang Hindhu di Indonesia telah memiliki tujuah kepadaian Austronesia, yaitu:
a. Pandai bersawah berladang.
b. Pandai beternak dan menyalurkan air.
c. Pandai bcnlayar dan melihat bintang.
d. Berkepercayaan sakti yang teratur.
e. Berkesenian rupa, pahat dan logam.
f. Bersatuan masyarakat dan tata negara.
g. Berpenghormatan sang Merah Putih.

Berdasarkan kepandaian yang tujuh tersebut di atas, dalam jaman prascjarah itu sungguhlah jikalau kita pikirkan meriahnya hidup kepercayaan yang melahirkan kesenian di lapangan kewarnaan, kepahatan, kelogaman dan keukiran serta pengertian tentang ilmu hitung.

Dan keterangan tersebut di atas, bangsa Indonesia tclah terbukti bahwa sejak masa prasejarah telah mcncmpatkan pentingnya arti keindahan seni dalam konsep hidupnya. Beberapa bukti yang telah sampai ke jaman kita sekarang mi mcnunjukkan hal itu. Waruga, yaitu kubunan batu yang terdapat di Gunung Kidul di sebelah selatan Yogyakanta, Pascmah dan Jawa Timur, yang usianya barangkali lcbih tua daripada jaman perunggu In donesia, di antara Waruga itu ada yang menyimpan lukisan berwarna-warna. Satu daripadanya melukiskan bendera mcrah putih yang berkibar di belakan.g scorang perwira menunggang kcrbau, sepcnti yang berasal dan kaki gunung Dompu.

Demikian dan itulah beberapa bukit bahwa bangsa Indonesia telah menyadari sejak jaman dahulu kala, bctapa pcntingnya arti keindahan dan seni dalam konsep hidupnya.

PERASAAN KEINDAHAN (SENSIBILITAS ESTETIS)
Manusia dikatakan adalah makhluk bcnpikir atau homosapiens. Tetapi manusia itu bukan semata-mata makhluk yang berpikir, sekedar homo sapiens yang steril. Manusia disamping makhluk berpikin, juga merasa dan mengindera. Melalui panca indera manusia dapat merasakan sesuatu. Apabila manusia merasakan akan sesuatu itu menyenangkan atau menggembirakan dan sebagainya, timbul perasaan puas. Demikian juga terjadi, kepuasan timbul setelah seseorang melihat atau merasakan sesuatu yang indah. Rasa kepuasan itu lahir setelah perasaan keindahan yang ada pada setiap orang itu bangkit. Tiap-tiap orang memiliki pcrasaan keindahan.

KONTEMPLASI
Kontemplasi adalah suatu proses bermeditasi, merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan alau fiat suatu hasil penciptaan. Dalam kehidupan sehari-hari, orang mungkin bcrkontcmplasi dcngan dirinya sendiri atau mungkin juga dcngan benda-benda ciptaan Tuhan atau dengan peristiwa kehidupan tertentu berkenaan dengan dirinya atau di luar dirinya. Di kalangan umum kontemplasi diartikan sebagai aktivitas melihat dengan mata dan atau dengan pikiran untuk mencari scsuatu di balik yang tampak atau tersurat. Misalnya dalam ekspresi kita saat sedang berkontemplasi dengan bayang.bayang atau dirinya di muka cermin.

Pengertian konlemplasi tersebut sebenarnya bersumber pada berbagai kenyataan dalam kehidupan sehari-hari, yang tampaknya bertentangan dcngan adat kebiasaan dan kcbudayaan bangsa dalam hakikatnya yang selalu menghendaki perubahan. Itulah sebabnya manusia itu menurut pembawaannya selalu berkepentingan concerned, dengan kontemplasi ; sebagaimana menurut pembawaannya juga, manusja berkepentingan dengan segala macam kegiatan dalam hidupnya. Hal-hal demikian juga berkaitan dengan tuntutan individu dan masyarakat yang dinamis serta meningkat dalam latar setting peradaban, civilazazion ilmu pengetahuan dan teknologi maju dunia.

MANUSIA DAN KEADILAN
Manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling tinggi derajatnya memiliki 3 jenis gejala, yaitu:
1. Akal menyatu menjadi manunggalnya jiwa menghasilkan pikiran (derajat tinggi)
2. Rasa
3. Kehendak

Pengertian Adil atau Keadilan adalah :
  • Keadilan ialah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban.
  • Keadilan pada pokoknya terletak pada keseimbangan atau keharmonisan antara menuntut hak dan menjalankan kewa jibannya
  • Keadilan bisa berjalan dengan baik jika dilandasi oleh cinta kasth, karena tanpa cinta kasih keadilan hanya dilaksanakan atas dasar hak dan hukum saja, sehingga berlaku kejam dan mungkin bisa teqadi kecurangan atau penipuan.
Pendapat para Tokoh dan Filosof tentang arti keadilan:
1. Khong Hu Tsu (filosof China) berpendapat: “Bila anak sebagai anak, bila ayah sebagai ayah, bila raja sehagai raja, masing-masing telah melaksanakan kewajibannya, maka itulah keadilari”. Artinya menyadari akan peran masing-masing dan suatu fungsi merupakan suatu keharusan bagi tercapainya suatu keadilan.

2. Aristoteles berpendapat: keadilan adalah suatu kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan di sini diartikan sebagai titik tengah di antara kedua ujung yang terialu ke kanan atau terlalu ke kin dan suatu masalah.

3. Plato berpendapat: keadilan itu merupakan kewajiban tertinggi dalam kehidupan negara yang baik, sedangkan orang yang adil adalah orang yang mampu mengendalikan din, perasaannya dikendaljkan oleh akal sehat.

4. Soekarno > Keadilan = Kesejahteraan (tidak akan ada kemiskinan di dalam Indonesia Merdeka).

5. Moh. Hatta > Cita-cita Keadilan Sosial adalah dapat mencapai kemakmuran yang merata.

Batasan adil menurut “Ensiklopedi Indonesia” adalah:
1. Tidak berat sebelah atau tidak memihak kesalahan satu pihak saja.sama.
2. Memberikan sesuatu kepada setiap orang sesuai dengan hak yang harus diperolehnya.
3. Mengetahui hak dan kewajiban, mengerti mana yang benar dan mana yang salah, bertindak jujur, dan tidak sewenang wenang.
4. Adil merupakan pokok di dalam soal hukum. “Dan jika kamu memutuskan perkara, hukumlah antara mereka dengan adil, sesungguhnya Allah cinta kepada orang orang yang berbuat adil” (Qs. Al-Maidah: 42). “Putuslah perkara mereka menurut apa yang telah Allah turunkan dan janganlah kamu turuti hawa nafsu mereka” (Qs. Al-Maidah: 49).

Ditinjau dan bentuk ataupun sifat-sifatnya, keadilan dikelom pokkan menjadi 3 jenis, yaitu:
a. Keadilan Legal/Keadilan Moral.
  • Plato: Keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya.
  • Kong Hu Cu: Keadilan terwujud jika setiap anggota masyarakat menjalankan fungsi dan peranannya masing-masing. Ketidakadilan terjadi apabila ada campur tangan terhadap pihak lain.
b. Keadilan Distributif.
  • Aristoteles: Keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama, dan hal-hal yang tidak sama diperlakukan secara tidak sama pula (justice is done when equals are treated equally).
Misalnya:
  • Upah buruh lama dan yang baru harus beda.
  • Uangjajan anak SD dan SMP harus berbeda.
  • Pengadilan tidak memihak, tanpa pandang bulu.
  • Hukuman bagi anak di bawah umur.
4. Keadilan Komulatif
Keadilan bertujuan memelihara pertalian dan ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Tindakan yang bercorak ujung ekstrim (Dyadic) menjadikan ketidakadilan dan akan merusak/menghancurkan pertalian dalam masyarakat, misalnya dokter “ada main” dengan pasiennya.

Usaha untuk mencapai keadilan sosial dengan 8 jalur pemerataan, yaitu:
  • Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat banyak khususnya pangan, sandang, dan peruniahan.
  • Pemerataan memperoleh pendidikan dan pelayanan kesehatan.
  • Pemerataan pembagian pendapatan.
  • Pemerataan kesempatan kerja.
  • Pcmerataan kesempatan usaha.
  • Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita.
  • Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh wilayah tanah air.
  • Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan.
Hak dan Kewajiban
Manusia adalah makhluk sosial yang dibatasi oleh norma norma. Hak adalah suatu kekuasaan yang secara sah dimiliki seseorang, baik atas pribadi, atas orang lain maupun atas harta atau benda yang di luar dirinya:

“Hak-hak Asasi Manusia”:
1. Hak untuk hidup.
2. Hak untuk kemerdekaan hidup.
3. Hak untuk mendapat perlindungan hukum.
4. Hak untuk memiliki sesuatu.
5. Hak untuk memperoleh nama baik.
6. Hak untuk berpikir dan mengeluarkan pendapat.
7. Hak untuk menganut aliran kepercayaan atau agama.
8. Hak untuk mendapatkan pendidikan dan pengajaran.
9. Hak untuk memperoleh pekerjaan.

Kewajiban adalah sesuatu tugas yang harus dijalankan oleh setiap manusia untuk mempertahankan dan membela haknya. Empat macam kewajiban, yaitu:
1. Kewajiban terhadap din sendiri.
2. Kewajiban terhadap orang lain (individu dan golongan).
3. Kewajiban terhadap terhadap negara.
4. Kewajiban terhadap Tuhan.

Pada dasarnya pembalasan positif dilakukan berdasarkan saling menjaga dan menghargai hak dan kewajiban masing masing. Mempertahankan hak dan kewajiban itu adalah pembalasan.
 

Contoh Contoh Proposal Copyright © 2011-2012 | Powered by Erikson